Pertamina Optimalkan Investasi untuk Pengelolaan Energi Nasional
Rabu, 16 Juni 2021 - 09:57 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) untuk menjalankan perannya sebagai pengelola energi nasional terus dioptimalkan melalui strategi investasi yang tepat di seluruh lini bisnis perusahaan. Di sektor hulu, sejak 2017 Pertamina mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengambil alih 11 Wilayah Kerja Migas terminasi yang sebelumnya dikelola operator lain. Pada Agustus 2021, ketika Blok Rokan resmi dikelola melalui Pertamina Hulu Rokan maka kontribusi Pertamina Group akan meningkat signifikan terhadap produksi migas nasional.
Dari realisasi investasi 2020 sebesar US$ 4,7 miliar, sektor hulu mendapat porsi tertinggi sebesar USD2,41 miliar atau 51%. Dan untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis di tahun 2021, Pertamina kembali menganggarkan Capital Expenditure (Capex) sebesar USD10,7 miliar. “Langkah ini merupakan upaya perseroan untuk menjaga kedaulatan energi nasional dengan meningkatkan produksi minyak dan gas serta mendukung pemerintah mewujudkan produksi 1 juta barel,” ungkap Pjs Senior VP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman di Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun ke Level 6.056
Di sektor pengolahan, kata Fajriyah, anggaran investasi Pertamina juga diperuntukkan untuk membangun infrastruktur pengolahan 4 Refinery Development Master Plan (RDMP) dan 1 Grass Root Refinery (GRR) yang akan terintegrasi dengan kilang Petrokimia. Sebagai kelanjutan dari implementasi program Biodiesel yang dijalankan sejak 2006, Pertamina juga berkomitmen mengembangkan Biofuel atau Biodiesel 100% dengan mempercepat penyelesaian proyek Biorefinery di 3 lokasi yakni kilang Cilacap, Dumai dan Plaju untuk memenuhi kebutuhan Biodiesel dengan mengolah sumber energi dari kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri. “Melalui investasi pembangunan kilang, Indonesia dapat mewujudkan swasembada atau kemandirian energi yang sangat diperlukan di masa depan,” ujarnya.
Dari realisasi investasi 2020 sebesar US$ 4,7 miliar, sektor hulu mendapat porsi tertinggi sebesar USD2,41 miliar atau 51%. Dan untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis di tahun 2021, Pertamina kembali menganggarkan Capital Expenditure (Capex) sebesar USD10,7 miliar. “Langkah ini merupakan upaya perseroan untuk menjaga kedaulatan energi nasional dengan meningkatkan produksi minyak dan gas serta mendukung pemerintah mewujudkan produksi 1 juta barel,” ungkap Pjs Senior VP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman di Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun ke Level 6.056
Di sektor pengolahan, kata Fajriyah, anggaran investasi Pertamina juga diperuntukkan untuk membangun infrastruktur pengolahan 4 Refinery Development Master Plan (RDMP) dan 1 Grass Root Refinery (GRR) yang akan terintegrasi dengan kilang Petrokimia. Sebagai kelanjutan dari implementasi program Biodiesel yang dijalankan sejak 2006, Pertamina juga berkomitmen mengembangkan Biofuel atau Biodiesel 100% dengan mempercepat penyelesaian proyek Biorefinery di 3 lokasi yakni kilang Cilacap, Dumai dan Plaju untuk memenuhi kebutuhan Biodiesel dengan mengolah sumber energi dari kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri. “Melalui investasi pembangunan kilang, Indonesia dapat mewujudkan swasembada atau kemandirian energi yang sangat diperlukan di masa depan,” ujarnya.
Lihat Juga :