IHSG Akhir Pekan Rentan Tertekan, Cermati Rekomendasi Sahamnya

Jum'at, 18 Juni 2021 - 07:32 WIB
Pemerintah China dalam beberapa pekan terakhir memerintahkan perusahaan negara untuk mengekang eksposur komoditas mereka di luar negeri, memaksa bank domestik untuk menahan lebih banyak mata uang asing, mempertimbangkan pembatasan harga batubara termal, menyensor pencarian untuk pertukaran kripto dan secara efektif melarang broker menerbitkan target indeks ekuitas bullish.

Baca Juga: Data Terbaru, DKI Jakarta Tembus 4.144 Kasus Covid-19

Aturan baru akan melarang produk manajemen kas dari memegang sekuritas yang lebih berisiko dan membatasi penggunaan leverage mereka. Pada hari Kamis, seorang pejabat mengatakan China berencana untuk menjual logam dari cadangan negara. Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks Eurostoxx (-0.36%), FTSE (-0.56%), DAX (-0.22%) dan CAC40 (-0.18%) turun diawal sesi perdagangan. Saham infrastruktur dan utilitas turun lebih dari sepersen di Eropa meskipun mayoritas saham disektor perbankan naik lebih dari 2%. Indeks Stoxx 600 Eropa turun untuk pertama kalinya dalam 10 hari.

Prospek suku bunga AS yang dinaikan lebih cepat dari ekspektasi menjadi salah satu faktor. The Fed menargetkan kenaikan suku bunga 2 kali pada tahun 2023 hal ini maju dari rencana sebelumnya di tahun 2024 selain itu the Fed juga memberikan signal adanya pembahasan rencana pemangkasan pembelian obligasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!