Pembicaraan Nuklir Iran Berlarut-larut, Harga Minyak Naik Lagi
Senin, 21 Juni 2021 - 08:51 WIB
"Rebound permintaan di belahan bumi utara musim panas begitu kuat sehingga pasar menjadi semakin khawatir tentang penarikan tajam lebih lanjut pada persediaan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters, Senin (21/6/2021).
Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran terhenti pada hari Minggu (20/6) setelah hakim garis keras Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden Iran. Dua diplomat mengatakan mereka memperkirakan pembicaraan akan tertunda jeda istirahat sekitar 10 hari.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Satu-satunya Iran Tiba-tiba Ditutup, Ada Apa?
ANZ mengatakan, pemilihan itu dapat menunda kesepakatan nuklir. "Kemungkinan minyak Iran memukul pasar dalam jangka pendek tampaknya tidak mungkin. Namun, Iran bersikeras bahwa sanksi AS ditempatkan pada pada Raisi dihapus sebelum kesepakatan tercapai," kata bank itu.
Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran terhenti pada hari Minggu (20/6) setelah hakim garis keras Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden Iran. Dua diplomat mengatakan mereka memperkirakan pembicaraan akan tertunda jeda istirahat sekitar 10 hari.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Satu-satunya Iran Tiba-tiba Ditutup, Ada Apa?
ANZ mengatakan, pemilihan itu dapat menunda kesepakatan nuklir. "Kemungkinan minyak Iran memukul pasar dalam jangka pendek tampaknya tidak mungkin. Namun, Iran bersikeras bahwa sanksi AS ditempatkan pada pada Raisi dihapus sebelum kesepakatan tercapai," kata bank itu.
(fai)
Lihat Juga :