Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman
Jum'at, 25 Juni 2021 - 12:19 WIB
"Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber sumber pembiayaan yang aman. Dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan counter cyclical. Dan akselerasi pemulihan sosial ekonomi dikelola secara hati-hati, kredibel dan terukur," tuturnya.
Seperti diketahui, sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan kekhawatirannya akan tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga telah melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan penerimaan negara yang juga tertekan, dikhawatirkan pemerintah tidak mampu membayar utang dan bunganya.
Baca Juga: Pisang Rp650.000, Kopi Rp1,5 Juta, Krisis Pangan Korea Utara Makin Brutal
Jokowi menambahkan, dengan berbagai kebijakan keuangan yang telah dikeluarkan di masa pandemi, ekonomi Indonesia dapat terjaga. Meskipun, dia mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi pada kuartal II tahun lalu.
"Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, alhamdulillah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan dan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan. Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal II/2020 yaitu -5,32%. Tapi di kuartal berikutnya kita melewati rock bottom ekonomi Indonesia tumbuh membaik. Sampai kuartal I 2021, kita berada di -0,74%," pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan kekhawatirannya akan tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga telah melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan penerimaan negara yang juga tertekan, dikhawatirkan pemerintah tidak mampu membayar utang dan bunganya.
Baca Juga: Pisang Rp650.000, Kopi Rp1,5 Juta, Krisis Pangan Korea Utara Makin Brutal
Jokowi menambahkan, dengan berbagai kebijakan keuangan yang telah dikeluarkan di masa pandemi, ekonomi Indonesia dapat terjaga. Meskipun, dia mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi pada kuartal II tahun lalu.
"Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, alhamdulillah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan dan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan. Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal II/2020 yaitu -5,32%. Tapi di kuartal berikutnya kita melewati rock bottom ekonomi Indonesia tumbuh membaik. Sampai kuartal I 2021, kita berada di -0,74%," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :