Dikepung Varian Covid, Apa Kabar Kinerja Perbankan RI?
Kamis, 08 Juli 2021 - 10:40 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Munculnya berbagai varian Covid-19 di Indonesia membuat perbankan RI khawatir di tengah kinerja yang masih cukup berat. Peningkatan kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat ketidakpastian semakin tinggi karena tahun ini yang semula diprediksi sebagai tahun pemulihan ekonomi menjadi samar akibat kenaikan kasus positif corona.
"Dampaknya ialah konsumsi masyarakat kembali menurun akibat motif berjaga-jaga karena tingkat ketidakpastian cukup tinggi," kata Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani di Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga: Siaga Darurat Covid, Luhut Kontak China hingga Singapura
Menurut dia dengan kondisi tersebut maka akan kembali memukul kinerja perbankan. Akibatnya, penyaluran kredit masih tertahan, sementara jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat. Tidak hanya itu, kendati suku bunga acuan turun, tapi suku bunga kredit perbankan masih tinggi. Hal itu bisa dilihat, beberapa kali Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan. Pada April 2021, selisih suku bunga acuan BI dengansuku bunga kredit konsumsi sebesar 7,37%.
"Dampaknya ialah konsumsi masyarakat kembali menurun akibat motif berjaga-jaga karena tingkat ketidakpastian cukup tinggi," kata Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani di Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga: Siaga Darurat Covid, Luhut Kontak China hingga Singapura
Menurut dia dengan kondisi tersebut maka akan kembali memukul kinerja perbankan. Akibatnya, penyaluran kredit masih tertahan, sementara jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat. Tidak hanya itu, kendati suku bunga acuan turun, tapi suku bunga kredit perbankan masih tinggi. Hal itu bisa dilihat, beberapa kali Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan. Pada April 2021, selisih suku bunga acuan BI dengansuku bunga kredit konsumsi sebesar 7,37%.
Lihat Juga :