Menko Airlangga: RI–Australia Tingkatkan Upaya Atasi Tantangan Ekonomi Dampak Covid-19
Jum'at, 09 Juli 2021 - 10:29 WIB
Para menteri ini mengakui tingkat utang publik yang tinggi saat ini harus dipikul banyak negara, terutama negara-negara berkembang. Mereka sepakat bahwa penarikan awal dukungan pemerintah dan konsolidasi fiskal yang premature, berisiko melemahkan upaya pemulihan.
Dalam pertemuan itu juga disepakati pentingnya pendalaman kerja sama dalam forum ekonomi regional dan global. Pihak Australia menantikan kepemimpinan Indonesia dalam pertemuan G20 pada 2022. Mereka mengapresiasi Kick-off Workshop Indonesia-Australia G20 yang diselenggarakan pada Maret 2021. Selain itu, terdapat pembahasan penting peran infrastruktur yang berkualitas dalam investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Topik ini akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan G20.
Kedua negara juga kembali menegaskan komitmennya terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berbasis aturan yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Australia dan Indonesia juga setuju untuk mendukung reformasi yang melayani kepentingan semua anggota WTO.
Para menteri juga menegaskan kembali komitmennya untuk meratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership) RCEP ini menjadi perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, di luar WTO, dan berharap untuk segera diberlakukan. Kedua negara juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA). Dalam pertemuan itu juga disepakati upaya untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi.
Bahkan, mengakui bahwa berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia satu tahun lalu telah meningkatkan peluang perdagangan dan investasi bagi bisnis Australia dan Indonesia. Saat ini pendalaman perdagangan dan investasi penting untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama.
Dalam pertemuan itu juga disepakati pentingnya pendalaman kerja sama dalam forum ekonomi regional dan global. Pihak Australia menantikan kepemimpinan Indonesia dalam pertemuan G20 pada 2022. Mereka mengapresiasi Kick-off Workshop Indonesia-Australia G20 yang diselenggarakan pada Maret 2021. Selain itu, terdapat pembahasan penting peran infrastruktur yang berkualitas dalam investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Topik ini akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan G20.
Kedua negara juga kembali menegaskan komitmennya terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berbasis aturan yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Australia dan Indonesia juga setuju untuk mendukung reformasi yang melayani kepentingan semua anggota WTO.
Para menteri juga menegaskan kembali komitmennya untuk meratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership) RCEP ini menjadi perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, di luar WTO, dan berharap untuk segera diberlakukan. Kedua negara juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA). Dalam pertemuan itu juga disepakati upaya untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi.
Bahkan, mengakui bahwa berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia satu tahun lalu telah meningkatkan peluang perdagangan dan investasi bagi bisnis Australia dan Indonesia. Saat ini pendalaman perdagangan dan investasi penting untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama.
Lihat Juga :