Syahrul Yasin Limpo Minta Beli Jagung ke Petani Sesuai HPP
Senin, 20 April 2020 - 19:58 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto/Dok.
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam membangun pertanian terlebih di masa pandemi global Covid-19.
"Saya mengajak Kepolisian dengan Satgas Pangan-nya, Bulog, pelaku usaha, dan TNI. Ini panggilan negara. Kita pastikan kebutuhan pangan masyarakat aman. Bantu negara ini," kata SYL di Jakarta, Senin (20/4/2020).
Pertanian, menurut Mentan SYL dalam situasi dan kondisi seperti ini tidak boleh berhenti. "Kegiatan produksi dan distribusi harus jalan. Saya minta Kepolisian kawal angkutan yang membawa bahan pangan," ujarnya.
Mentan SYL bersama Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar juga melakukan panen padi di Desa Kalumpangloe, Dusun Palippri, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Bupati Iksan melaporkan bahwa ada 26 ribu hektar sawah di Kabupaten Jeneponto dengan produktivitas 5-6 ton per hektar, dan 36 ribu hektar jagung dengan produktivitas 7,8 ton per hektar.
"Tapi saya sampaikan sedikit kendala Pak Menteri. Untuk komoditas jagung, sebagian petani menjual hasilnya ke daerah lain dikarenakan ada selisih harga. Kadar air jagung petani disini mencapai 30%, harganya Rp1.700 per kilogram. Sementara di tempat lain, Rp1.800 per kilogram," ungkap Iksan.
"Saya mengajak Kepolisian dengan Satgas Pangan-nya, Bulog, pelaku usaha, dan TNI. Ini panggilan negara. Kita pastikan kebutuhan pangan masyarakat aman. Bantu negara ini," kata SYL di Jakarta, Senin (20/4/2020).
Pertanian, menurut Mentan SYL dalam situasi dan kondisi seperti ini tidak boleh berhenti. "Kegiatan produksi dan distribusi harus jalan. Saya minta Kepolisian kawal angkutan yang membawa bahan pangan," ujarnya.
Mentan SYL bersama Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar juga melakukan panen padi di Desa Kalumpangloe, Dusun Palippri, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Bupati Iksan melaporkan bahwa ada 26 ribu hektar sawah di Kabupaten Jeneponto dengan produktivitas 5-6 ton per hektar, dan 36 ribu hektar jagung dengan produktivitas 7,8 ton per hektar.
"Tapi saya sampaikan sedikit kendala Pak Menteri. Untuk komoditas jagung, sebagian petani menjual hasilnya ke daerah lain dikarenakan ada selisih harga. Kadar air jagung petani disini mencapai 30%, harganya Rp1.700 per kilogram. Sementara di tempat lain, Rp1.800 per kilogram," ungkap Iksan.
Lihat Juga :