Sri Mulyani Akan Jaga Sumber Pembiayaan Defisit APBN

Senin, 13 April 2020 - 14:01 WIB
Menkeu Sri Mulyani menegaskan akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) agar tidak mencapai 5,07%. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah dalam ha ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus menjaga defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) agar tidak mencapai 5,07%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit ini akan terus dimonitor dan dikendalikan melalui disiplin belanja yang tidak prioritas.

"Sumber pembiayaan defisit akan dijaga agar memiliki risiko dan biaya terkecil meski dalam situasi pasar keuangan global yang sangat bergejolak, termasuk penggunaan saldo aggaran lebih (SAL), dana-dana abadi, dan dana yang dikelola badan layanan umum (BLU)," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (13/4/2020).



Dia melanjutkan, APBN 2020 adalah instrumen sangat penting dan vital dalam menghadapi ancaman Covid-19. Kebutuhan belanja negara meningkat signifikan untuk menangani masalah kesehatan akibat Covid-19 antara lain untuk pengadaan alat kesehatan, APD, insentif tenaga medis, kesiapan rumah sakit dan lain-lain, juga untuk bantuan sosial yang diperluas dan melindungi UMKM dan dunia usaha. Sedangkan penerimaan negara mengalami tekanan karena kondisi dunia usaha dan harga komoditas merosot.

"Tekanan terhadap APBN 2020 akan menghasilkan defisit meningkat yang diperkirakan mencapai 5,07% PDB," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!