Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:05 WIB
Edy menuturkan, kelangkaan dan naiknnya harga kontainer ini terjadi pula untuk semua tujuan negara ekpor, baik itu negara-negara di Asia Tenggara, Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah. Pihak Asaki pun telah melaporkan kepada Kementerian Perindustrian.
Edy memaparkan sebelum kuartal IV produsen keramik melakukan ekspor ke Malaysia. Ketika itu harga satu kontainer ocean track di bawah USD100, begitu pun dengan negara Thailand. Sementara ke Filipina harga satu kontainer ocean track USD150. Namun per hari ini rata-rata harga satu kontainer ocean track sudah mencapai di atas USD300-400.
Meski kelangkan dan kenaikan harga kontainer berdampak pada biaya ekspor keramik, Asaki menyatakan bahwa industri keramik masih mencatatkan pertumbuhan. Penyebabnya, kenaikan permintaan domestik yang kembali bangkit.
“Namun yang disyukuri, meskipun industri keramik terganggu oleh hal itu, secara keseluruhan di tahun 2020, industri keramik masih bisa tumbuh 22%,” ucapnya.
Jika dilihat dari tren pada Januari 2020 sampai sebelum kuartal IV tahun lalu, industri keramik sudah tumbuh di atas 40%. Hal itu lantaran mendapat dukungan stimulus harga gas yang membuat industri ini menjadi agresif untuk merebut pasar yang sebelumnya kalah saing.
Edy memaparkan sebelum kuartal IV produsen keramik melakukan ekspor ke Malaysia. Ketika itu harga satu kontainer ocean track di bawah USD100, begitu pun dengan negara Thailand. Sementara ke Filipina harga satu kontainer ocean track USD150. Namun per hari ini rata-rata harga satu kontainer ocean track sudah mencapai di atas USD300-400.
Meski kelangkan dan kenaikan harga kontainer berdampak pada biaya ekspor keramik, Asaki menyatakan bahwa industri keramik masih mencatatkan pertumbuhan. Penyebabnya, kenaikan permintaan domestik yang kembali bangkit.
“Namun yang disyukuri, meskipun industri keramik terganggu oleh hal itu, secara keseluruhan di tahun 2020, industri keramik masih bisa tumbuh 22%,” ucapnya.
Jika dilihat dari tren pada Januari 2020 sampai sebelum kuartal IV tahun lalu, industri keramik sudah tumbuh di atas 40%. Hal itu lantaran mendapat dukungan stimulus harga gas yang membuat industri ini menjadi agresif untuk merebut pasar yang sebelumnya kalah saing.
Lihat Juga :