Butuh Duit di Atas Rp1.000 Triliun, Karpet Merah EBT Jadi Wajib

Rabu, 14 Juli 2021 - 21:59 WIB
“Kenapa saya bilang konsisten, kadang Menteri nya ganti berubah lagi sehingga menyebabkan para investor ini menjadi agak takut. Saya berharap UU energi terbarukan ini memberi kepastian hukum sekali lagi yang kredibel dan mudah dimengerti," ujarnya.

Selain itu Hilmi ingin adanya multidepartemen di Kementerian sehingga mudah untuk urusan investasi. "Misal di Migas sudah menerapkan one door policy jadi kami cukup berhubungan dengan 1 lembaga dibawah ESDM dimana seluruh perangkat yang diperlukan untuk investasi bisa dibereskan," jelasnya.

Baca Juga: Digeser Energi Terbarukan, Industri Migas Pede Masih Eksis 50 Tahun Lagi

Dengan demikian, Hilmi menegaskan, bahwa kunci dari investasi transisi energi ini ada di besar tidaknya tarif yang akan dihasilkan.

"Seandainya ini terjadi akan menarik bagi investor dimana beberapa tahun pertama tarif telatif tinggi setelah dia kembali kemudian diturunkan ke relatif yang sangat rendah sehingga in the long run akan didapatkan harga energi yang rata-rata murah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!