Pandemi Bikin Aset Keuangan Syariah Malas Beranjak
Kamis, 15 Juli 2021 - 12:31 WIB
Begitu pula dengan reksa dana syariah yang nilai nominalnya Rp39,75 triliun dengan market share sekitar 7,28%. Stagnasi itu dipengaruhi kontraksi ekonomi yang terjadi.
"Tahun lalu semua negara mengalami kontraksi yang sangat dalam, Indonesia mengalami hal sama meskipun dengan seluruh kebijakan policy respons yang didesain untuk menimimalkan dampak yang luar biasa dari pandemi," katanya.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, Sejumlah Artis Ini Tergerak Lakukan Donasi
APBN sebagai instrumen fiskal melakukan fungsi countercyclical dan stabilisasi bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pengelola moneter dan OJK sebagai regulator sektor keuangan. Tujuannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan meminimalkan dampak dari pandemi terhadap dunia usaha dan masyarakat.
"Pemuliham ekonomi suatu upaya bersama dari kondisi pandemi yang memang masih terus berlangsung," katanya.
"Tahun lalu semua negara mengalami kontraksi yang sangat dalam, Indonesia mengalami hal sama meskipun dengan seluruh kebijakan policy respons yang didesain untuk menimimalkan dampak yang luar biasa dari pandemi," katanya.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, Sejumlah Artis Ini Tergerak Lakukan Donasi
APBN sebagai instrumen fiskal melakukan fungsi countercyclical dan stabilisasi bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pengelola moneter dan OJK sebagai regulator sektor keuangan. Tujuannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan meminimalkan dampak dari pandemi terhadap dunia usaha dan masyarakat.
"Pemuliham ekonomi suatu upaya bersama dari kondisi pandemi yang memang masih terus berlangsung," katanya.
(uka)
Lihat Juga :