Peluang Bisnis Nikel Cerah Bikin PT. PAM Mineral Semringah
Kamis, 15 Juli 2021 - 17:38 WIB
PT. PAM Mineral Tbk (NICL) menilai peluang bisnis nikel ke depan cukup menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan bijih nikel di pasar domestik. Foto/Dok
JAKARTA - PT. PAM Mineral Tbk (NICL) menilai peluang bisnis nikel ke depan cukup menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan bijih nikel di pasar domestik.
Dimana hal ini juga didukung oleh pemerintah yang akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) kerjasama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).
Seperti diketahui, pabrik baterai mobil listrik milik PT. Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada akhir Juli 2021.
Baca Juga: Industri Nikel di Maluku Utara Pacu Pergerakan Ekonomi
Selanjutnya, pabrik baterai tersebut diharapkan akan mulai beroperasi pada 2023. Dimana nikel dengan kadar rendah banyak dibutuhkan untuk kebutuhan campuran dengan jenis logam Cobalt sebagai bahan baku untuk baterai.
Direktur Utama PT. PAM Mineral Tbk, Ruddy Tjanaka melihat satu peluang yang cukup menjanjikan pada pertambangan nikel berkadar rendah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan baterai untuk bahan bakar kendaraan listrik.
Dimana hal ini juga didukung oleh pemerintah yang akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) kerjasama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).
Seperti diketahui, pabrik baterai mobil listrik milik PT. Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada akhir Juli 2021.
Baca Juga: Industri Nikel di Maluku Utara Pacu Pergerakan Ekonomi
Selanjutnya, pabrik baterai tersebut diharapkan akan mulai beroperasi pada 2023. Dimana nikel dengan kadar rendah banyak dibutuhkan untuk kebutuhan campuran dengan jenis logam Cobalt sebagai bahan baku untuk baterai.
Direktur Utama PT. PAM Mineral Tbk, Ruddy Tjanaka melihat satu peluang yang cukup menjanjikan pada pertambangan nikel berkadar rendah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan baterai untuk bahan bakar kendaraan listrik.
Lihat Juga :