OPEC+: Pemangkasan Produksi Minyak Distop Sepenuhnya September 2022

Senin, 19 Juli 2021 - 09:58 WIB
OPEC+ pada musim semi 2020 lalu secara kumulatif memangkas hampir 10 juta bph produksi minyak mentah menghadapi jatuhnya harga minyak yang disebabkan oleh pandemi. Aliansi itu kemudian secara bertahap mengurangi pemotongan menjadi sekitar 5,8 juta barel per hari.

Kini, dalam pertemuan tingkat menteri OPEC dan non-OPEC ke-19 mencatat bahwa permintaan minyak di seluruh dunia menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang jelas dan stok OECD turun, karena pemulihan ekonomi berlanjut di sebagian besar dunia berkat percepatan program vaksinasi.

Minyak mentah Brent tercatat telah naik 43% (yoy) dan naik lebih dari 60% dari waktu ini dibandingkan tahun lalu. Bahkan, banyak prediksi memperkirakan harga minyak akan diperdagangkan pada USD80 per barel pada paruh kedua tahun 2021. Brent ditutup pada USD73,59 per barel pada akhir hari perdagangan pada hari Jumat (16/7) lalu.

Kesepakatan pada hari Minggu mengungkapkan kenaikan dasar untuk empat negara anggota OPEC dan satu negara non-OPEC mulai Mei 2022: UEA, Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Rusia. Basis produksi minyak UEA akan dinaikkan dari 3,16 juta bph menjadi 3,5 juta bph, meskipun kurang dari 3,8 juta yang dilaporkan awalnya diminta. Baseline Arab Saudi akan ditingkatkan dari 11 juta bph menjadi 11,5 juta bph.

Baca Juga: Terungkap, Jenderal TNI Andika Perkasa dan AHY Bidan Lahirnya Universitas Pertahanan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!