Banyak Risiko, Pemulihan Ekonomi Global Diramal Tidak Merata

Rabu, 21 Juli 2021 - 16:56 WIB
Dia melanjutkan, vaksinasi yang tidak merata antar negara maupun satu negara juga bisa membuat varian Delta terus menyebar dengan cepat. "Kalau yang memiliki vaksin itu belum tentu warganya mau divaksin, juga terjadi di berbagai negara lainnya. Untuk yang belum memiliki vaksin, akses jadi persoalan besar seperti Afrika dan Asia. Akses vaksinasi dan penetrasi vaksinasi menyebabkan risiko karena Covid-19 ini selama belum bisa dikelola dan ditangani, dia juga akan memicu penularan dan bermutasi jadi jenis yang berubah seperti varian Delta yang sangat mudah menular," paparnya.

Baca juga: Disepelekan, 3 Vaksin Buatan Thailand Justru Mampu Redam Keganasan Delta

Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan, kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam 2 bulan berturut-turut hingga di atas 5%. Angka ini jauh dari target yang dipatok 2%. Kondisi ini bisa memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah dan mengancam pemulihan global.

"Selain itu, menimbulkan proyeksi kapan Fed (bank sentral AS) merespon kenaikan inflasi tersebut dengan kenaikan suku bunga atau tapering off terhadap kebijakan yaitu mengurangi pembelian aset dan surat berharga pada perekonomian," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!