Peluang Nih! Produk Herbal Indonesia Laku Keras di Nigeria
Jum'at, 23 Juli 2021 - 14:31 WIB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag, untuk kategori jamu dan suplemen herbal, Indonesia merupakan pengekspor jamu ke-18 di dunia. Total nilai ekspor jamu Indonesia ke dunia pada tahun 2021 mencapai USD41,5 juta atau meningkat 10,96% dibandingkan tahun 2019. Tren ekspor alat kesehatan Indonesia juga terus tumbuh sebesar 7,8% per tahun selama beberapa tahun terakhir (2016-2020).
Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menjelaskan, Nigeria dengan jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia. Dia menyebutkan, kesadaran mengonsumsi minuman/makanan herbal juga mulai terbentuk di tengah masyarakat Nigeria. "Peluang ekspor ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku usaha Indonesia," tegas Hendro.
Baca Juga: Pertama Sejak Penarikan Pasukan, AS Gempur Taliban Lewat Udara
Sebagai informasi, data yang diperoleh Kemendag menunjukkan total perdagangan Indonesia-Nigeria periode Januari-April 2021 mencapai USD776,49 juta. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat sebesar USD140,68 juta. Sementara, impor Indonesia dari Nigeria tercatat sebesar USD635,81 juta yang didominasi impor minyak bumi.
Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menjelaskan, Nigeria dengan jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia. Dia menyebutkan, kesadaran mengonsumsi minuman/makanan herbal juga mulai terbentuk di tengah masyarakat Nigeria. "Peluang ekspor ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku usaha Indonesia," tegas Hendro.
Baca Juga: Pertama Sejak Penarikan Pasukan, AS Gempur Taliban Lewat Udara
Sebagai informasi, data yang diperoleh Kemendag menunjukkan total perdagangan Indonesia-Nigeria periode Januari-April 2021 mencapai USD776,49 juta. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat sebesar USD140,68 juta. Sementara, impor Indonesia dari Nigeria tercatat sebesar USD635,81 juta yang didominasi impor minyak bumi.
(fai)
Lihat Juga :