Menko Airlangga: Modernisasi Pacu Daya Saing Koperasi
Rabu, 28 Juli 2021 - 10:46 WIB
"Dari jumlah itu, volume usaha mencapai Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Artinya, ada kenaikan dibandingkan tahun 2019," kata Menko Airlangga. Lebih lanjut, ia memaparkan program PEN yang diluncurkan pemerintah menyasar UMKM agar bisa mempertahankan usahanya. Langkah ini juga sebagai upaya menekan potensi pengurangan tenaga kerja.
Dalam program itu, Airlangga menyebut pemerintah juga memberi stimulus kepada koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang pada tahun 2020 periode pertama digulirkan sebesar Rp1 triliun bagi 63 koperasi. Sementara untuk tahun 2020 periode kedua, jumlah anggaran yang digelontorkan melalui LPDB-KUMKM ialah sebesar Rp292 miliar untuk 37unit koperasi di tanah air.
Menurutnya, sejumlah stimulan yang digulirkan kepada koperasi dilakukan agar di masa pandemi, lembaga tersebut bisa tetap bergerak secara produktif, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan situasi terkini. "Pemerintah juga telah menyusun konsep digitalisasi koperasi untuk mendorong kemudahan peningkatan kualitas koperasi," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga juga menegaskan saat ini sudah lahir beberapa koperasi di Indonesia yang memiliki daya saing tinggi jika dibandingkan koperasi luar negeri, antara lain Kisel, Koperasi Warga Semen Gresik, hingga Kospin Jasa.
Oleh karena itu, Airlangga mengingatkan agar pihak-pihak terkait menumbuhkan persepsi tentang koperasi, bahwa koperasi tidak hanya berskala kecil tetapi juga bisa berskala menengah ataupun besar. "Pemikiran ini penting untuk menumbuhkan semangat dan antusiasme pengusaha koperasi, khususnya pemuda Indonesia yang saat ini sedang dan akan merintis usaha koperasi," kata dia.
Dalam program itu, Airlangga menyebut pemerintah juga memberi stimulus kepada koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang pada tahun 2020 periode pertama digulirkan sebesar Rp1 triliun bagi 63 koperasi. Sementara untuk tahun 2020 periode kedua, jumlah anggaran yang digelontorkan melalui LPDB-KUMKM ialah sebesar Rp292 miliar untuk 37unit koperasi di tanah air.
Menurutnya, sejumlah stimulan yang digulirkan kepada koperasi dilakukan agar di masa pandemi, lembaga tersebut bisa tetap bergerak secara produktif, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan situasi terkini. "Pemerintah juga telah menyusun konsep digitalisasi koperasi untuk mendorong kemudahan peningkatan kualitas koperasi," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga juga menegaskan saat ini sudah lahir beberapa koperasi di Indonesia yang memiliki daya saing tinggi jika dibandingkan koperasi luar negeri, antara lain Kisel, Koperasi Warga Semen Gresik, hingga Kospin Jasa.
Oleh karena itu, Airlangga mengingatkan agar pihak-pihak terkait menumbuhkan persepsi tentang koperasi, bahwa koperasi tidak hanya berskala kecil tetapi juga bisa berskala menengah ataupun besar. "Pemikiran ini penting untuk menumbuhkan semangat dan antusiasme pengusaha koperasi, khususnya pemuda Indonesia yang saat ini sedang dan akan merintis usaha koperasi," kata dia.
Lihat Juga :