Anak Usaha Perusahaan Milik Tommy Soeharto Siap IPO di Bursa
Jum'at, 30 Juli 2021 - 01:28 WIB
Perusahaan distribusi LNG, PT GTS Internasional (GTSI) yang merupakan anak usaha HITS milik milik Hutomo Mandala Putra atau dikenal Tommy Soeharto berencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Perusahaan distribusi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), PT GTS Internasional (GTSI) berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Diketahui, GTS Internasional merupakan anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) milik Hutomo Mandala Putra atau dikenal Tommy Soeharto .
Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur PT GTS Internasional (GTSI), Kemal Imam Santoso membenarkan, adanya rencana Perseroan untuk melakukan IPO, bahkan dia menyebut perusahaan telah melakukan registrasi untuk melantai di Bursa.
"Iya, sesuai iklan kami, kami berencana untuk go public. Sudah (registrasi), tahap registrasi sudah, sekarang menunggu konfirmasi dari regulator," ujar Kemal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (29/7).
Baca Juga: Perkuat Sinergi Pertamina Group, PGN dan PIS Tingkatkan Utilitas LNG
Terkait rencana selanjutnya setelah melakukan IPO, Kemal belum bisa menjelaskan apa-apa saja yang akan dilakukan Perseroan karena mengikuti regulasi yang ada.
"Karena kami terikat regulasi, IPO structure belum bisa dikomunikasikan. Kami mengikuti regulasi tidak diperbolehkan membicarakan IPO structurenya," kata dia.
Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur PT GTS Internasional (GTSI), Kemal Imam Santoso membenarkan, adanya rencana Perseroan untuk melakukan IPO, bahkan dia menyebut perusahaan telah melakukan registrasi untuk melantai di Bursa.
"Iya, sesuai iklan kami, kami berencana untuk go public. Sudah (registrasi), tahap registrasi sudah, sekarang menunggu konfirmasi dari regulator," ujar Kemal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (29/7).
Baca Juga: Perkuat Sinergi Pertamina Group, PGN dan PIS Tingkatkan Utilitas LNG
Terkait rencana selanjutnya setelah melakukan IPO, Kemal belum bisa menjelaskan apa-apa saja yang akan dilakukan Perseroan karena mengikuti regulasi yang ada.
"Karena kami terikat regulasi, IPO structure belum bisa dikomunikasikan. Kami mengikuti regulasi tidak diperbolehkan membicarakan IPO structurenya," kata dia.
Lihat Juga :