Harga Jual Produk Naik, Chandra Asri Bukukan Laba Bersih Rp2,39 Triliun
Jum'at, 30 Juli 2021 - 21:31 WIB
Baca juga:Ngamuk, Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
Kenaikan harga Naphtha ini terjadi seiring dari harga minyak mentah Brent yang lebih tinggi dan naik sebesar 63% secara year on year (yoy) menjadi rata-rata USD65 per barel dari sebelumnya USD40 per barel. Perusahaan mempertahankan liquidity pool USD1,2 miliar, termasuk USD762 juta dalam bentuk kas dan setara kas pada akhir kuartal II-2021.
Chandra Asri juga telah mengurangi leverage dengan utang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,3 kali (pada kuartal II-2020 sebesar 5,1 kali) dan mengurangi total utang menjadi USD899 juta dari sebelumnya USD945 juta di kuartal II-2020.
"Selain itu, kami mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp5 triliun (USD350 juta) dengan Bank Mandiri yang semakin memperkuat struktur permodalan kami," pungkasnya.
Kenaikan harga Naphtha ini terjadi seiring dari harga minyak mentah Brent yang lebih tinggi dan naik sebesar 63% secara year on year (yoy) menjadi rata-rata USD65 per barel dari sebelumnya USD40 per barel. Perusahaan mempertahankan liquidity pool USD1,2 miliar, termasuk USD762 juta dalam bentuk kas dan setara kas pada akhir kuartal II-2021.
Chandra Asri juga telah mengurangi leverage dengan utang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,3 kali (pada kuartal II-2020 sebesar 5,1 kali) dan mengurangi total utang menjadi USD899 juta dari sebelumnya USD945 juta di kuartal II-2020.
"Selain itu, kami mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp5 triliun (USD350 juta) dengan Bank Mandiri yang semakin memperkuat struktur permodalan kami," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :