Chandra Asri Jajaki Penambahan Capex Hingga USD300 Juta
Senin, 02 Agustus 2021 - 19:03 WIB
“Transaksi ini dilakukan melalui right issue yang telah ditetapkan oleh regulasi yang berlaku di Indonesia. Dana yang kami kumpulkan melalui right issue ini akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan CAP2. Dengan kompleks kedua ini diharapkan dapat memenuhi pertumbuhan permintaan domesik Indonesia yang terus meningkat, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi,” jelasnya.
Baca Juga : OTG Bisa Isoman di Kapal, Pelni Siapkan Ruang untuk 785 Pasien
Dia juga memastikan, pemegang saham utama yaitu PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals Co Ltd (SCG Chemicals) mendukung penuh aksi korporasi untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Total perkiraan investasi Thaioil yang memperoleh 15% kepemilikan saham di Chandra Asri setelah right issue dan SCG Chemicals yang mempertahankan sekitar 30,57% dari kepemilikan saham di Chandra Asri, mencapai hingga USD1,3 miliar.
“Transaksi ini masih mensyaratkan persetujuan regulator yang berlaku, termasuk dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya 30 September 2021. Modal USD1,3 miliar ini merupakan bagian dari investasi untuk pembiayaan CAP2 yang biaya proyeknya mencapai USD 5 miliar,” paparnya.
Baca Juga : OTG Bisa Isoman di Kapal, Pelni Siapkan Ruang untuk 785 Pasien
Dia juga memastikan, pemegang saham utama yaitu PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals Co Ltd (SCG Chemicals) mendukung penuh aksi korporasi untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Total perkiraan investasi Thaioil yang memperoleh 15% kepemilikan saham di Chandra Asri setelah right issue dan SCG Chemicals yang mempertahankan sekitar 30,57% dari kepemilikan saham di Chandra Asri, mencapai hingga USD1,3 miliar.
“Transaksi ini masih mensyaratkan persetujuan regulator yang berlaku, termasuk dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya 30 September 2021. Modal USD1,3 miliar ini merupakan bagian dari investasi untuk pembiayaan CAP2 yang biaya proyeknya mencapai USD 5 miliar,” paparnya.
(dar)
Lihat Juga :