Disokong Tiga Bank Asing, PLTS Terapung Cirata Ditargetkan COD Tahun Depan
Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:48 WIB
Pada operasionalnya nanti, listrik yang dihasilkan oleh PMSE akan disalurkan melalui transmisi 150kV dengan tower sepanjang 3,2 kilometer sirkit (kms) dan diokoneksikan dengan Gardu Induk Cirata. "Proyek ini akan berdampak positif untuk target EBT 23% pada 2025 dan membantu mewujudkan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon. Proyek ini juga membuka lapangan kerja dan menaikkan industri dalam negeri," kata Gong Matua Hasibuan.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, PLTS Terapung yang telah melakukan Project Kick-Off Ceremony dan memulai proses konstruksi pada 17 Mei 2021 lalu itu merupakan salah satu percontohan dan menjadi model pengembangan pemanfaatan sumber daya air (SDA) untuk diterapkan di wilayah lain. “Proyek seperti ini merupakan contoh adanya peningkatan nilai guna sumber daya air untuk mengurangi emisi karbon pada 2030,” ujar Pahala.
Baca Juga: BKPM Kawal Proyek PLTS Cirata agar Investasinya Tembus Rp1,8 Triliun
Dia menambahkan, kerja sama yang dilakukan dengan investor dari Uni Emirat Arab (UEA) ini juga menjadi contoh bagaimana BUMN bekerja sama dengan Masdar yang diharapkan menjadi pondasi kerja sama berikutnya. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, proyek ini telah mencapai financial close yang merupakan tahapan penting dan menandakan bahwa kebutuhan pendanaan proyek mendapat dukungan dari perbankan internasional. Dia menambahkan, dengan diperolehnya dukungan pendanaan maka tahapan konstruksi akan dapat dilanjutkan. Menurutnya, progres konstruksi telah dimulai sejak 17 Mei lalu dan saat ini dalam tahap detail engineering design.
"Kami berharap pengembangan PLTS ini menjadi pemicu pengembangan EBT khususnya PLTS dengan tarif yang kompetitif sebagai upaya PLN untuk menghadirkan energi bersih, andal, dan serta tingkat keekonomian yang wajar," kata Zulkifli.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, PLTS Terapung yang telah melakukan Project Kick-Off Ceremony dan memulai proses konstruksi pada 17 Mei 2021 lalu itu merupakan salah satu percontohan dan menjadi model pengembangan pemanfaatan sumber daya air (SDA) untuk diterapkan di wilayah lain. “Proyek seperti ini merupakan contoh adanya peningkatan nilai guna sumber daya air untuk mengurangi emisi karbon pada 2030,” ujar Pahala.
Baca Juga: BKPM Kawal Proyek PLTS Cirata agar Investasinya Tembus Rp1,8 Triliun
Dia menambahkan, kerja sama yang dilakukan dengan investor dari Uni Emirat Arab (UEA) ini juga menjadi contoh bagaimana BUMN bekerja sama dengan Masdar yang diharapkan menjadi pondasi kerja sama berikutnya. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, proyek ini telah mencapai financial close yang merupakan tahapan penting dan menandakan bahwa kebutuhan pendanaan proyek mendapat dukungan dari perbankan internasional. Dia menambahkan, dengan diperolehnya dukungan pendanaan maka tahapan konstruksi akan dapat dilanjutkan. Menurutnya, progres konstruksi telah dimulai sejak 17 Mei lalu dan saat ini dalam tahap detail engineering design.
"Kami berharap pengembangan PLTS ini menjadi pemicu pengembangan EBT khususnya PLTS dengan tarif yang kompetitif sebagai upaya PLN untuk menghadirkan energi bersih, andal, dan serta tingkat keekonomian yang wajar," kata Zulkifli.
(nng)
Lihat Juga :