Potensi PLTS Terapung di Indonesia Capai 28.000 MW

Selasa, 03 Agustus 2021 - 21:10 WIB
Dia melanjutkan, harga jual listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga semakin kompetitif. Sebagai contoh, PLTS Terapung Cirata dengan harga jual listrik sebesar USD5,817 sen per kWh telah menjadi benchmark bagi PLTS di Indonesia. "Bahkan berdasarkan market sounding yang dilakukan PLN, pengembangan PLTS terapung di beberapa lokasi menunjukkan penawaran harga yang dibawah USD4 sen per kWh," ungkapnya.

Dia meminta agar PT PLN (Persero) dapat mendorong pengembangan EBT termasuk PLTS terapung mengingat Indonesia memiliki potensi untuk PLTS terapung di PLTA eksisting sebesar 12 GW di 28 lokasi dan di waduk atau danau dengan potensi sekitar 28 GW tersebar di 375 lokasi. "Pengembangan dan pemanfaatan EBT tidak hanya untuk mencapai target EBT pada bauran energi 23% tahun 2025 dan memenuhi target emisi 29% pada thn 2030, tetapi juga hal ini juga sudah tuntutan global," jelasnya.

Baca Juga: Babak Baru Kerja Sama Energi Terbarukan RI dan PEA

Keberhasilan pengembangan EBT yang sifatnya intermittent tentu tidak terlepas dari pengembangan interkoneksi transmisi dan smart grid. "Oleh karena itu, PLN diharapkan senantiasa memperbaiki sistem ketenagalistrikan yang ada sehingga efisiensi semakin baik dan bersiap untuk mengembangkan ketenagalistrikan yang berbasis smart dan digital," kata Dadan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!