Lobi Teten Selamatkan UMKM, E-commerce Ini Tutup Akses Impor Klaster Besar

Selasa, 03 Agustus 2021 - 22:44 WIB
Sesuai harapan Presiden, Kementerian Koperasi dan UKM mempertajam kebijakan terkait PMSE dengan: a. Meminimalisir ancaman terhadap UMKM dan industri dalam negeri dari praktik perdagangan tidak sehat; b. Pengutamaan produk dan pedagang dalam negeri; c. Pengembangan akses usaha UMKM dengan ekonomi digital; d. Perlindungan konsumen dari pedagang dan produk luar negeri.

“Terjadinya praktik perdagangan yang tidak sehat lewat sistem cross-border di platform e-commerce yang mengancam kelangsungan UMKM di dalam negeri menjadi perhatian utama yang ditugaskan kepada saya untuk diselesaikan agar tidak merugikan UMKM lokal,” kata Menteri Teten di Jakarta.

Dia juga berharap langkah ini dapat terus menginspirasi seluruh stakeholder ekonomi digital di Indonesia dapat mengambil peran aktif dalam transformasi digital UMKM, para pahlawan ekonomi Indonesia.

“Saya juga mendorong sektor swasta lainnya untuk bisa berkolaborasi secara dekat dengan pemerintah, dengan tujuan mendorong UMKM Indonesia bisa bertumbuh di ranah digital dan menjadi raja di negeri sendiri, dan kelak siap merajai pasar luar negeri,” ucapnya.

Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia, Waizly Darwin mengatakan, Lazada memang sejak lama berkomitmen mendukung dan memberdayakan UMKM lokal Indonesia.

“Kami selalu memantau, mengkaji ulang serta memutakhirkan kebijakan di platform kami, khususnya untuk penjualan cross-border agar tetap relevan dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan pemerintah. Penutupan akses impor di beberapa klaster besar ini hanyalah salah satu inisiatif yang telah kami lakukan secara berkala sepanjang pandemi demi melindungi UMKM Indonesia dan membantu mereka bertahan di situasi sulit ini,” kata Waizly.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!