Wakil Menteri Keuangan Beberkan Alasan Ekonomi RI Bisa Meroket 7,07%

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 17:31 WIB
Fiskal dalam hal ini anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), jelas Suahasil, cukup fleksibel dalam menahan ekonomi yang merosot. Peran fiskal menjadi fleksibel, ketika dibutuhkan supportnya, maka fiskalnya masuk, maka seperti tahun 2020, pengeluaran pemerintah (justru) yang tumbuh positif dan menjadi penahan supaya growth tidak melorot lebih dalam," kata Suahasil.

Suahasil memaparkan bahwa perekonomian masyarakat mulai meningkat sejak Februari sampai Juni 2021. Meski diterjang badai varian delta, dirinya mengungkapkan ekonomi masyarakat masih terjaga karena 'seimbang' dengan tingkat penuluaran Covid-19.

"Kita yakin di kuartal kedua bahwa ekonomi menjadi positif. Kemarin diumumkan 7,7 persen (pertumbuhannya), ini karena gerak ekonomi masyarakatnya yang imbang dengan penularan covidnya," ungkap Suahasil.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 mencapai 7,07% year on year (YoY), lebih besar dibandingkan kuartal I-2021, yakni 0,74%. Kendati demikian, Suahasil menyebut pemerintah masih terus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional dengan terus menangani varian delta di Indonesia.

"Ketika kemudian varian deltanya masuk dan menyebar dengan cepat maka pemerintah harus melakukan pembatasan lagi, supaya mengurangi penularan. Ini yang lagi kita jaga," ujar mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!