Diadang Pandemi, Industri Asuransi Masih Tumbuh 11%
Senin, 09 Agustus 2021 - 22:29 WIB
Secara akumulasi, aset industri asuransi pada Desember 2020 senilai Rp737,9 triliun berhasil melewati catatan 2019. Namun, jika dilihat per sektornya, perolehan aset tertinggi terjadi pada 2021, yakni berhasil melewati catatan tertinggi pada sebelum pandemi Covid-19.
"Pertumbuhan aset pada penghujung semester I-2021 dipengaruhi oleh perolehan premi yang juga tumbuh baik. Menurutnya, motor penggerak industri secara keseluruhan adalah asuransi jiwa, yang preminya tumbuh hingga dobel digit," ungkap Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko, belum lama ini.
Menurutnya, raihan premi menopang pertumbuhan aset industri asuransi. Hingga Juni 2021, kenaikan preminya mencapai 18,35% untuk asuransi jiwa, masih menjadi primadona dari konsumen atau para pemegang polis di Indonesia.
Sementara, pertumbuhan premi asuransi umum masih relatif tipis. Penyebabnya, kontrak penutupan asuransi kerugian yang rata-rata satu tahun, sehingga pendapatan premi cenderung naik signifikan pada penghujung tahun.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) juga mencatat adanya peningkatan aset Jasindo sebesar 16% dari periode semester I tahun sebelumnya, peningkatan tersebut berasal dari peningkatan investasi dan aset reasuransi. Jika dibandingkan proyeksi pada semester II di Jasindo,maka aset Jasindo sudah tumbuh lebih besar 26% dari proyeksi semester II.
"Pertumbuhan aset pada penghujung semester I-2021 dipengaruhi oleh perolehan premi yang juga tumbuh baik. Menurutnya, motor penggerak industri secara keseluruhan adalah asuransi jiwa, yang preminya tumbuh hingga dobel digit," ungkap Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko, belum lama ini.
Menurutnya, raihan premi menopang pertumbuhan aset industri asuransi. Hingga Juni 2021, kenaikan preminya mencapai 18,35% untuk asuransi jiwa, masih menjadi primadona dari konsumen atau para pemegang polis di Indonesia.
Sementara, pertumbuhan premi asuransi umum masih relatif tipis. Penyebabnya, kontrak penutupan asuransi kerugian yang rata-rata satu tahun, sehingga pendapatan premi cenderung naik signifikan pada penghujung tahun.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) juga mencatat adanya peningkatan aset Jasindo sebesar 16% dari periode semester I tahun sebelumnya, peningkatan tersebut berasal dari peningkatan investasi dan aset reasuransi. Jika dibandingkan proyeksi pada semester II di Jasindo,maka aset Jasindo sudah tumbuh lebih besar 26% dari proyeksi semester II.
Lihat Juga :