Tembus Ekspor, Cau Coklat Kembangkan Pertanian dari Hulu ke Hilir

Senin, 16 Agustus 2021 - 01:56 WIB
(Baca juga:Wamendag Terus Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor)

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan sektor pertanian sangat strategis bagi perekonomian bangsa dan negara, sehingga Kementan bersama insan-insan pertanian mengelola dari desa hingga pusat.

“Pertanian sangat menjanjikan, hadirkan kehidupan lebih baik bagi bangsa. Hadirnya Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan atau DPM dan DPA diharapkan mampu menciptakan penguatan resonansi bagi milenial lainnya berkecimpung di sektor pertanian,” tutup Dedi.

Kadek mengakui pertanian adalah bisnis masa depan yang menjanjikan, karena stabil dan berkelanjutan dalam berbagai situasi. Terbukti di tengah pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu subsektor ekonomi yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

(Baca juga:Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Berpartisipasi pada Foodex Kansai 2021)

“Melihat usaha yang telah saya dan ayah saya jalankan memiliki peluang cukup tinggi. Saya memutuskan fokus menggeluti bisnis Cau Chocolate ini,” kata Kadek, DPM Kementan dan Entrepreneur Heroes BNI yang lulus kuliah S1 ekonomi dalam waktu 2,5 tahun.

Potensi kakao Indonesia sangat besar, sebagai eksportir terbesar ketiga dunia, namun pada 2017 melorot ke peringkat enam dunia akibat harga ditentukan oleh pasar global. Sementara petani tidak faham standar harga global akibat panjangnya rantai distribusi, akibatnya petani hanya menerima 70% dari standar harga global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!