Singapura Diselimuti Kekhawatiran Membengkaknya Utang Kaum Muda

Senin, 16 Agustus 2021 - 12:12 WIB
Sejatinya, sejak tahun 2015 Singapura memberlakukan kebijakan pembatasan pinjaman untuk membantu menjaga utang tanpa jaminan tetap terkendali. Namun, kenaikan utang yang terjadi akhir-akhir ini salah satunya didorong oleh suku bunga yang rendah.

Associate Professor Yu Yinghui, Kepala Program Master of Finance di Singapore University of Social Sciences, mencatat bahwa pemerintah telah membatasi tingkat bunga efektif tahunan pinjaman pribadi tanpa jaminan sebesar 8% sejak April tahun lalu. Kebijakan itu sebagai bagian langkah-langkah dukungan mengatasi Covid-19.

Berdasarkan data Money Smart, sejumlah bank di Singapura menawarkan personal loan dengan rate yang lebih rendah. Citibank, misalnya, mematok interest rate sebesar 3,45% denganeffective interest rate (EIR) sebesar 6,5%. Angka yang sama dipatok pula oleh HSBC. Sedangkan UOB dengan interest rate yang sama tapi mematok EIR lebih rendah, 6,4%.

Penyebab lainnya, mereka yang terkena PHK atau menganggur banyak melakukan peminjaman untuk menghadapi kesulitan keuangan yang ada. Pada bulan Maret, tingkat pengangguran di antara penduduk berusia di bawah 30 tahun adalah 6,4%.

Kepala ekonom OCBC Bank Selena Ling mengatakan, dampak dari meningkatnya utang pribadi di kalangan orang muda akan tergantung pada saat keadaan berbalik. Salah satunya, terkait dengan kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!