Jokowi Targetkan Pengangguran Terbuka dan Kemiskinan Ekstrem Turun di 2022
Senin, 16 Agustus 2021 - 12:39 WIB
Kemiskinan ektsrem dan pengangguran terbuka diharapkan bisa ditekan pada 2022. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Di tahun 2022, Indonesia diyakini masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan di tahun 2022.
Salah satunya adalah tingkat pengangguran terbuka yang dipatok berada di level 5,5-6,3%, turun dibandingkan target sekitar 7% tahun ini. Kemudian, tingkat kemiskinan di kisaran 8,5-9,0% dengan penekanan pada penurunan kemiskinan ekstrem. Sementara itu, tingkat ketimpangan, rasio gini di tetapkan di kisaran 0,376-0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41-73,46.
Baca Juga: Jokowi Pede, Defisit APBN 2022 Turun Jadi 4,85%
"Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2022 tersebut," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan perihal keterangan RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya, Senin, (16/8/2021).
Salah satunya adalah tingkat pengangguran terbuka yang dipatok berada di level 5,5-6,3%, turun dibandingkan target sekitar 7% tahun ini. Kemudian, tingkat kemiskinan di kisaran 8,5-9,0% dengan penekanan pada penurunan kemiskinan ekstrem. Sementara itu, tingkat ketimpangan, rasio gini di tetapkan di kisaran 0,376-0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41-73,46.
Baca Juga: Jokowi Pede, Defisit APBN 2022 Turun Jadi 4,85%
"Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2022 tersebut," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan perihal keterangan RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya, Senin, (16/8/2021).
Lihat Juga :