Stok Minyak Sawit pada Juni Mulai Meluber: Tembus 4,15 Juta Ton
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:14 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan produksi kelapa sawit pada bulan Juni 2021 mulai menunjukkan peningkatan. Produksi CPO (crude palm oil) bulan Juni mencapai 4,48 juta ton, sedangkan PKO (palm kernel oil) mencapai 426.000 ton, sehingga produksi CPO+PKO sekitar 12,7% lebih tinggi dari bulan Mei yang sebesar 4,35 juta ton.
"Secara tahunan (year on year/yoy) produksi CPO+PKO tahun 2021 adalah 4,3% lebih tinggi dari tahun 2020," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).
Mukti melanjutkan, kenaikan produksi, penurunan ekspor dan konsumsi telah memulihkan stok menjadi 4,15 juta ton dari 2,85 juta ton pada bulan Mei.
Baca juga: Cara Melaporkan Penipuan Online ke Polisi dan Bank
"Peningkatan produksi minyak sawit dari Indonesia sangat diharapkan oleh konsumen dunia. Oleh sebab itu, momentum kenaikan produksi sawit Indonesia perlu terus dijaga terutama dari kejadian karhutla dan masuknya Covid-19 ke lingkungan perkebunan," tuturnya.
Pada Juni 2021, nilai ekspor produk sawit turun menjadi USD2,118 miliar. Angka ini lebih rendah USD0,945 miliar atau turun 30,1% dari bulan Mei 2021. Walaupun demikian, devisa dari ekspor sawit masih mencapai 11,4% dari total devisa ekspor, yang menunjukkan tetap pentingnya ekspor sawit bagi perolehan devisa negara.
"Secara tahunan (year on year/yoy) produksi CPO+PKO tahun 2021 adalah 4,3% lebih tinggi dari tahun 2020," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).
Mukti melanjutkan, kenaikan produksi, penurunan ekspor dan konsumsi telah memulihkan stok menjadi 4,15 juta ton dari 2,85 juta ton pada bulan Mei.
Baca juga: Cara Melaporkan Penipuan Online ke Polisi dan Bank
"Peningkatan produksi minyak sawit dari Indonesia sangat diharapkan oleh konsumen dunia. Oleh sebab itu, momentum kenaikan produksi sawit Indonesia perlu terus dijaga terutama dari kejadian karhutla dan masuknya Covid-19 ke lingkungan perkebunan," tuturnya.
Pada Juni 2021, nilai ekspor produk sawit turun menjadi USD2,118 miliar. Angka ini lebih rendah USD0,945 miliar atau turun 30,1% dari bulan Mei 2021. Walaupun demikian, devisa dari ekspor sawit masih mencapai 11,4% dari total devisa ekspor, yang menunjukkan tetap pentingnya ekspor sawit bagi perolehan devisa negara.
Lihat Juga :