Covid-19 Varian Delta Ganggu Pemulihan Ekonomi Negara Berkembang
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 21:32 WIB
Selain itu, Sung Eun-Jung, yang juga Ekonom di Oxford Economics mengatakan, cakupan vaksinasi yang rendah memperumit strategi negara Asia khususnya Indonesia keluar dari jeratan Covid-19.
Baca juga: Pariwisata Berbenah untuk Bangkit saat PPKM Menunjukkan Hasil Positif
Menurut Sung, tanda-tanda awal rebound permintaan domestik akan berbalik pada kuartal II meskipun ekspor juga kehilangan momentum. Pertumbuhan di bawah tren kemungkinan pada tahun 2021 walau berbasis menguntungkan, namun lebih lanjut menunda pemulihan pertumbuhan hingga 2022-2023.
Kebutuhan belanja fiskal akan mendorong rencana konsolidasi, kata Sung, meski begitu inflasi yang rendah dapat mendukung tingkat kebijakan moneter yang akomodatif.
"Kami memperkirakan adanya jaringan parut ekonomi yang signifikan dari pandemi, PDB pada tahun 2025 lebih tinggi dari perkiraan pra-pandemi," tuturnya.
Baca juga: Pariwisata Berbenah untuk Bangkit saat PPKM Menunjukkan Hasil Positif
Menurut Sung, tanda-tanda awal rebound permintaan domestik akan berbalik pada kuartal II meskipun ekspor juga kehilangan momentum. Pertumbuhan di bawah tren kemungkinan pada tahun 2021 walau berbasis menguntungkan, namun lebih lanjut menunda pemulihan pertumbuhan hingga 2022-2023.
Kebutuhan belanja fiskal akan mendorong rencana konsolidasi, kata Sung, meski begitu inflasi yang rendah dapat mendukung tingkat kebijakan moneter yang akomodatif.
"Kami memperkirakan adanya jaringan parut ekonomi yang signifikan dari pandemi, PDB pada tahun 2025 lebih tinggi dari perkiraan pra-pandemi," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :