Harga Test PCR Diturunkan, Pengamat Penerbangan Sebut Kebijakan 'Delay'
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 21:30 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kebijakan pemerintah menurunkan harga tes PCR dinilai agak terlambat di tengah kondisi industri penerbangan yang dilanda pandemi sejak satu setengah tahun yang lalu. Menurut Gatot Rahardjo, pengamat penerbangan, seharusnya harga tes PCR bisa ditekan lagi, melihat kondisi yang cukup memprihatinkan meski menteri-menteri seharusnya bisa mengatasi hal ini.
"Sayangnya kebijakan ini agak terlambat, sudah hampir 1,5 th, kondisi maskapai sudah sangat memprihatinkan, Dan Presiden sendiri yang harus turun tangan, Padahal sebenarnya ini bisa diurusi oleh menteri. Harusnya para menteri terutama Menteri Perhubungan malu pada Presiden," ujarnya kepada MNC Portal pada Sabtu (21/8/2021).
Baca juga: OnlyFans Larang Konten Sensual Mulai 1 Oktober 2021
Gatot melanjutkan, turunnya harga yang diminta presiden Jokowi masih kurang dari apa yang diharapkannya. Harga yang dipatok presiden Rp450-550 ribu masih tergolong cukup tinggi baginya jika dibandingkan dengan negara lain.
"Sayangnya kebijakan ini agak terlambat, sudah hampir 1,5 th, kondisi maskapai sudah sangat memprihatinkan, Dan Presiden sendiri yang harus turun tangan, Padahal sebenarnya ini bisa diurusi oleh menteri. Harusnya para menteri terutama Menteri Perhubungan malu pada Presiden," ujarnya kepada MNC Portal pada Sabtu (21/8/2021).
Baca juga: OnlyFans Larang Konten Sensual Mulai 1 Oktober 2021
Gatot melanjutkan, turunnya harga yang diminta presiden Jokowi masih kurang dari apa yang diharapkannya. Harga yang dipatok presiden Rp450-550 ribu masih tergolong cukup tinggi baginya jika dibandingkan dengan negara lain.
Lihat Juga :