Raih Predikat Bank Terbaik, BTN Optismistis Jadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara

Selasa, 24 Agustus 2021 - 19:29 WIB
Lebih lanjut dikatakan Hans, keberhasilan meraih menorehkan kinerja positif di tengah tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak lepas dari kepiawaian manajemen bank dalam merancang dan mengesekusi strategi bisnis.

“Benar bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus dalam bentuk kebijakan restrukturisasi kredit dalam menjaga stabilitas sisitem keuangan hal ini sangat membantu perbankan secara umum dalam menjaga rasio kredit mecatnya, namun tanpa strategi apik manajemen bank tentu stimulus tersebut tidak akan optimal mendorong kinerja bank,” urai Hans yang merupakan Direktur PT Equator Swarna Investama Asset Management.

Sementara terpilihnya BTN sebagai bank terbaik dinilai juri cukup menarik, sebab di masa pandemi BTN justru tetap mampu memacu penyaluran kredit perumahan khususnya KPR Subsidi. Terlihat pada semester I/2021, dimana BTN telah menggelontorkan KPR Subsidi sebesar Rp7,6 triliun, ini merupakan pembiayaan bagi 86 ribu unit rumah yang diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Setelah menghabiskan kuota KPR Subsidi yang diamanatkan pemerintah, BTN kembali mendapat tambahan kuota sebanyak 18.500 unit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada kuartal III/2021. Dengan tambahan ini maka total kuota yang diberikan pemerintah ke BTN mencapai 104.562 unit.

Konsistensi BTN dalam menyalurkan KPR Subsidi berhasil memompa pertumbuhan kredit BTN. Pada semester I/2021, penyaluran kredit BTN tercatat tumbuh 5,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp251,83 triliun menjadi Rp265,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut tercatat masih berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam, pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 0,45% yoy per Juni 2021.

Berdasarkan laporan keuangan BTN per semester I/2021, KPR Subsidi tercatat naik 11,17% yoy menjadi Rp126,29 triliun. KPR Non-Subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90% yoy menjadi Rp80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp5,43 triliun pada semester I/2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!