Mantan Bos Bursa Berharap Tak Ada Kontrol Harga pada Individual Saham
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 13:04 WIB
Saham-saham terkait teknologi kerap menjadi sasaran suspensi mengingat tingginya kenaikan saham sektor tersebut. Saham DCI Indonesia milik Anthony Salim juga sempat disuspen dan turun sejak dibuka kendati kembali menanjak akhir-akhir ini. Euforia terhadap saham digital diperkirakan masih berlanjut.
Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo mengatakan langkah bursa melakukan suspensi dan pemantauan harga saham tertentu atau yang dikenal dengan unusual market activity (UMA) dianggap wajar guna memberi alarm kepada investor untuk meninjau ulang investasinya.
(Baca juga:Dihadiri Dirut BEI, Rebranding MotionTrade dari BCAP Digelar Sore Ini, Ini Link Registrasinya!)
“Saya berharap suspensi saham-saham teknologi ini tidak lama, harus segera disimpulkan agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” kata Lucky. Saham teknologi yang tergabung dalam index IDXTECHNO tercatat naik 843%. Kenaikan tersebut, menurut Lucky, jauh melampaui performa index lain di BEI.
Fenomena window dressing yang kerap terjadi menjelang akhir tahun dan adanya “Januari Effect telah memicu kenaikan sejumlah saham. Hal ini perlu dicermati regulator dalam mengambil keputusan suspensi saham,” tambah Lucky.
(Baca juga:Bukan Cuma ke Mal, Sertifikat Vaksin Juga Jadi Syarat Masuk BEI)
Per Agustus 2021, kinerja pasar saham Indonesia yang dimulai dengan langkah lamban dan cenderung memerah justru banyak dihiasi oleh intervensi otoritas terhadap sejumlah emiten yang diperdagangkan.
Tercatat pada 2 Agustus tiga saham dikenai suspensi yakni Bhakti Multi Artha (BHAT), Bali Bintang Sejahtera (BOLA) dan Triniti Dinamik (TRUE). Dua saham telah kembali diperdagangkan yakni BOLA dan TRUE, sementara BHAT masih menjalani suspensi.
Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo mengatakan langkah bursa melakukan suspensi dan pemantauan harga saham tertentu atau yang dikenal dengan unusual market activity (UMA) dianggap wajar guna memberi alarm kepada investor untuk meninjau ulang investasinya.
(Baca juga:Dihadiri Dirut BEI, Rebranding MotionTrade dari BCAP Digelar Sore Ini, Ini Link Registrasinya!)
“Saya berharap suspensi saham-saham teknologi ini tidak lama, harus segera disimpulkan agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” kata Lucky. Saham teknologi yang tergabung dalam index IDXTECHNO tercatat naik 843%. Kenaikan tersebut, menurut Lucky, jauh melampaui performa index lain di BEI.
Fenomena window dressing yang kerap terjadi menjelang akhir tahun dan adanya “Januari Effect telah memicu kenaikan sejumlah saham. Hal ini perlu dicermati regulator dalam mengambil keputusan suspensi saham,” tambah Lucky.
(Baca juga:Bukan Cuma ke Mal, Sertifikat Vaksin Juga Jadi Syarat Masuk BEI)
Per Agustus 2021, kinerja pasar saham Indonesia yang dimulai dengan langkah lamban dan cenderung memerah justru banyak dihiasi oleh intervensi otoritas terhadap sejumlah emiten yang diperdagangkan.
Tercatat pada 2 Agustus tiga saham dikenai suspensi yakni Bhakti Multi Artha (BHAT), Bali Bintang Sejahtera (BOLA) dan Triniti Dinamik (TRUE). Dua saham telah kembali diperdagangkan yakni BOLA dan TRUE, sementara BHAT masih menjalani suspensi.
Lihat Juga :