Buwas Ingin Bulog Jadi Penyalur Beras TNI-Polri dan ASN, Ternyata Begini Alasannya?
Selasa, 31 Agustus 2021 - 11:34 WIB
TNI, Polri, dan ASN, kata dia, memiliki pendanaan khusus untuk pembelian beras. Namun, ketiga kelompok tersebut justru membeli beras di pasar bebas yang dipandang harganya lebih mahal.
"Karena pegawai, TNI Polri sudah ada alokasi pembelian beras yang selama ini mereka beli justru lebih mahal karena di pasar bebas, ini harapan kami Pak," katanya.
Di sisi produksi, perusahaan akan menyediakan cadangan beras pemerintah (CBP) berkualitas premium. Target tersebut seiring pembangunan 13 fasilitas pengolah padi modern atau modern rice milling plant (modern RMP).
Dalam skemanya, 13 modern RMP milik Bulog akan memproduksi gabah menjadi beras. Gabah diserap atau dibeli seluruhnya dari petani. Perusahaan hanya mengeringkan hingga memproduksinya menjadi beras dengan kualitas premium.
Keberadaan modern RMP membuat kualitas beras produksi Bulog jadi lebih tinggi dengan cost yang lebih rendah, lantaran diproduksi secara mandiri. Bahkan, petani hanya menyiapkan gabah saja tanpa berpikir mencari pasarnya untuk dijual.
"Karena pegawai, TNI Polri sudah ada alokasi pembelian beras yang selama ini mereka beli justru lebih mahal karena di pasar bebas, ini harapan kami Pak," katanya.
Di sisi produksi, perusahaan akan menyediakan cadangan beras pemerintah (CBP) berkualitas premium. Target tersebut seiring pembangunan 13 fasilitas pengolah padi modern atau modern rice milling plant (modern RMP).
Dalam skemanya, 13 modern RMP milik Bulog akan memproduksi gabah menjadi beras. Gabah diserap atau dibeli seluruhnya dari petani. Perusahaan hanya mengeringkan hingga memproduksinya menjadi beras dengan kualitas premium.
Keberadaan modern RMP membuat kualitas beras produksi Bulog jadi lebih tinggi dengan cost yang lebih rendah, lantaran diproduksi secara mandiri. Bahkan, petani hanya menyiapkan gabah saja tanpa berpikir mencari pasarnya untuk dijual.
Lihat Juga :