Nasib Kereta Cepat Jakarta Bandung: Biayanya Terus Bengkak, Kelarnya Lelet
Rabu, 01 September 2021 - 16:38 WIB
"Dari awal USD6,07 miliar biaya awalnya, namun berkembang menjadi USD8,6 miliar Setelah dilakukan kajian dengan bantuan konsultan," ujar Salusra saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).
Manajemen KAI mencatat, perubahan angka terjadi setelah adanya perubahan biaya, harga, hingga penundaan proyek karena perkara pembebasan lahan.
Karena itu, perkiraan konsorsium Indonesia atau PSBI bahwa anggaran KCJB berada di dalam skenario low and high. Low mencapai USD9,9 miliar dan high USD11 miliar. Artinya, cost overrun yang terjadi dengan skenario tersebut adalah sekitar USD3,8-4,9 miliar.
Saat ini, PSBI terus melakukan langkah-langkah efisiensi baik berupa pemangkasan biaya, efisiensi pengelolaan TPOD, hingga pengelolaan stasiun untuk menekan pembengkakan biaya. Dalam laporannya, estimasi biaya proyek bisa ditekan menjadi USD8 miliar.
"Alhamdulillah estimasi biaya proyek bisa ditekan menjadi USD8 miliar dolar AS. Kalau dikurangi dengan budget awal USD6,07 miliar, maka tambahan cost overrun menjadi USD1,9 miliar dengan komposisi EPC dan non-EPC masih 80 banding 20%," ungkap dia.
Manajemen KAI mencatat, perubahan angka terjadi setelah adanya perubahan biaya, harga, hingga penundaan proyek karena perkara pembebasan lahan.
Karena itu, perkiraan konsorsium Indonesia atau PSBI bahwa anggaran KCJB berada di dalam skenario low and high. Low mencapai USD9,9 miliar dan high USD11 miliar. Artinya, cost overrun yang terjadi dengan skenario tersebut adalah sekitar USD3,8-4,9 miliar.
Saat ini, PSBI terus melakukan langkah-langkah efisiensi baik berupa pemangkasan biaya, efisiensi pengelolaan TPOD, hingga pengelolaan stasiun untuk menekan pembengkakan biaya. Dalam laporannya, estimasi biaya proyek bisa ditekan menjadi USD8 miliar.
"Alhamdulillah estimasi biaya proyek bisa ditekan menjadi USD8 miliar dolar AS. Kalau dikurangi dengan budget awal USD6,07 miliar, maka tambahan cost overrun menjadi USD1,9 miliar dengan komposisi EPC dan non-EPC masih 80 banding 20%," ungkap dia.
Lihat Juga :