Direktur Utama dan bank bjb Raih Penghargaan Prestisius dari Infobank Award 2021

Rabu, 08 September 2021 - 11:50 WIB
Seperti diberitakan sebelumnya, industri perbankan menghadapi dampak krisis akibat pandemi Covid-19. Setelah mencatat kontraksi pertumbuhan kredit sebesar 2,21% pada 2020, industri perbankan juga masih kesulitan untuk melakukan ekspansi kredit pada 2021 akibat kondisi ketidakpastian yang menurunkan permintaan kredit.

Menurut Kajian Biro Riset Infobank bertajuk Rating 109 Bank Versi Infobank 2021, meskipun NPL perbankan secara industri masih aman di bawah 3,50% namun loan at risk (LAR) menunjukkan tren naik sejak tahun lalu. LAR perbankan meningkat dan 11,98% pada 2018, 12,93% pada 2019, 22,65% pada 2020, dan 23,71% per Februari 2021. NPL juga berpotensi meningkat dan relaksasi kebijakan strukturisau kredit yang berakhir pada Maret 2022 diharapkan oleh para praktisi di industri perbankan untuk kembali diperpanjang

Dari sini pendapatan, banyak bank telah mencatat penurunan pendapatan bunga akibat masih seretnya kucuran kredit. Selain berusaha meningkatkan efisiensi termauk menurunkan cost of fund bank-bank juga berusaha memperbesar pendapatan selain bunga.

Sejak industri perbankan tidak lagi menikmati pertumbuhan kredit di atas 20% pada 2014, kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan bank terus berkurang dari 74% pada 2018 menjadi 72% pada 2019.

Pada 2020 ketika pendapatan bunga merosot 4,85% dari Rp717,80 triliun menjadi Rp683,01 triliun, pendapatan nonbunga industri perbankan tumbuh 8,76% dari Rp150,50 triliun menjadi Rp163,68 triliun. Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan perbankan pun menyusut menjadi 66% pada 2020 dan tinggal 50% per April 2021.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!