Target 70% Penduduk RI Divaksin Meleset, Erick Thohir Ungkap 2 Penyebabnya

Jum'at, 17 September 2021 - 18:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui vaksinasi nasional tahun ini tidak mencapai target. Dia pun membeberkan dua alasan utamanya. Pertama, keterlambatan pengiriman vaksin dari produsen farmasi yang menjadi mitra pemerintah, dari jadwal yang sudah disepakati.

Dari kesepakatan awal, seyogyanya kedatangan vaksin ke Indonesia sudah terjadi pada periode Januari, Februari, dan Maret 2021. Namun, terdapat kendala dan akhirnya baru tiba pada Maret, April, Mei tahun ini.

"Nah, ini bukan alasan ya. Tetapi memang begini, ketika kita impor vaksin, kalau di awal-awal ingat tidak bahwa kita sudah dapat kepastian impor vaksin di bulan Januari, Februari, Maret waktu itu, tapi kan banyak yang telat juga, baru pada akhirnya Maret, April, Mei, ya memang ada keterlambatan dari situ," ungkap Erick, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Gelombang Kedua Vaksin Pfizer dari AS Tiba di Indonesia

Kurangnya antusias masyarakat terhadap program vaksinasi nasional pada saat awal pelaksanaannya juga menjadi sebab lain. Erick menilai, euforia masyarakat ingin divaksin baru mulai muncul akhir-akhir ini setelah data menunjukan 90 persen kematian pasien Covid-19 karena belum divaksin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!