IHSG Berkutat di Zona Merah 2 Hari Beruntun, Ini Kata Analis
Selasa, 21 September 2021 - 19:00 WIB
Baca juga: Pembukaan IHSG: Terjun Bebas 1,22% ke Level 6.002
Lisa tidak mengkhawatirkan pelemahan indeks di sesi penutupan ini akan semakin dalam. "Penutupan hari ini di 6.060 cukup bagus, kita tidak terlalu hancur sekali seperti yang pernah kita takutkan, asing juga net sell-nya masih belum terlalu masif," tukasnya.
Menurut Lisa, pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) dan Asia menjadi sentimen pergerakan indeks, meskipun tidak terlalu besar pengaruhnya. "Memang sentimen perdagangan hari ini kita awali dengan harap-harap cemas karena Dow Jones (sempat) dikatakan cukup dalam jatuhnya, juga dari pasar Asia kita sedang menghadapi krisis raksasa properti Evergrande. Ke depannya, yang menjadi fokus selanjutnya adalah FOMC meeting yang akan menentukan timeline tapering," lanjutnya.
Lisa menjelaskan bahwa krisis grup properti China Evergrande tidak separah yang pernah terjadi sebelumnya, dan mengharapkan agar bisa cepat berlalu. "Mudah-mudahan efek sentimen negatifnya di market akan mencair setelah ada kabar bailout dari pemerintah China," tandasnya.
Baca juga: Hingga Hari Ini, Indonesia Telah Mengamankan 267 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Lisa tidak mengkhawatirkan pelemahan indeks di sesi penutupan ini akan semakin dalam. "Penutupan hari ini di 6.060 cukup bagus, kita tidak terlalu hancur sekali seperti yang pernah kita takutkan, asing juga net sell-nya masih belum terlalu masif," tukasnya.
Menurut Lisa, pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) dan Asia menjadi sentimen pergerakan indeks, meskipun tidak terlalu besar pengaruhnya. "Memang sentimen perdagangan hari ini kita awali dengan harap-harap cemas karena Dow Jones (sempat) dikatakan cukup dalam jatuhnya, juga dari pasar Asia kita sedang menghadapi krisis raksasa properti Evergrande. Ke depannya, yang menjadi fokus selanjutnya adalah FOMC meeting yang akan menentukan timeline tapering," lanjutnya.
Lisa menjelaskan bahwa krisis grup properti China Evergrande tidak separah yang pernah terjadi sebelumnya, dan mengharapkan agar bisa cepat berlalu. "Mudah-mudahan efek sentimen negatifnya di market akan mencair setelah ada kabar bailout dari pemerintah China," tandasnya.
Baca juga: Hingga Hari Ini, Indonesia Telah Mengamankan 267 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Lihat Juga :