Kebutuhan Pendanaan UKM Capai Rp102,4 Triliun
Minggu, 26 September 2021 - 15:23 WIB
CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan sebagai market leader di industri securities crowdfunding, pihaknya terus berinovasi memberikan kemudahan dan optimalisasi fitur terlengkap, serta siap membuat proses pendanaan bisnis UKM bagi pelaku bisnis semakin mudah dan efisien.
Untuk itu, Bizhare, telah resmi merilis aplikasi mobile perdananya pada kampanye ‘Semakin Mudah’. Perilisan aplikasi ini juga seiring dengan perluasan izin Bizhare.id menjadi securities crowdfunding, sehingga seluruh masyarakat Indonesia kedepannya dapat memanfaatkan berbagai produk layanan securities crowdfunding berupa obligasi dan juga sukuk, melalui aplikasi Bizhare.
“Perilisan aplikasi ini sebagai wujud Bizhare mempermudah kalangan milenial untuk dapat memulai langkah hidup bebas finansial melalui investasi dan turut berkontribusi terhadap perkembangan bisnis UKM yang menjadi penopang perekonomian Indonesia lebih awal,” kata Heinrich Vincent dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (26/9/2021).
Menurutnya, peningkatan minat investasi masyarakat khususnya mereka yang berada di usia produktif, dimana sekitar 80% mengakses melalui mobile, menjadi alasan utama Bizhare merilis aplikasi. “Pada tahun 2021 pertumbuhan investor Bizhare sebanyak 346% untuk investor aktif dan pertumbuhan untuk investor terdaftar mengalami peningkatan sebesar 166%,” jelas Vincent.
Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat juga semakin mudah memilih berbagai bisnis terbaik seperti Franchise Internasional asal Thailand, Black Canyon Coffee & Eatery, Sour Sally, Eksportir Perikanan BLA dari Papua, Qomunitas Petani Satu Surakarta, dan juga minimarket seperti Alfamart dan Alfamidi beserta kepemilikan properti nya dengan modal kecil.
Untuk itu, Bizhare, telah resmi merilis aplikasi mobile perdananya pada kampanye ‘Semakin Mudah’. Perilisan aplikasi ini juga seiring dengan perluasan izin Bizhare.id menjadi securities crowdfunding, sehingga seluruh masyarakat Indonesia kedepannya dapat memanfaatkan berbagai produk layanan securities crowdfunding berupa obligasi dan juga sukuk, melalui aplikasi Bizhare.
“Perilisan aplikasi ini sebagai wujud Bizhare mempermudah kalangan milenial untuk dapat memulai langkah hidup bebas finansial melalui investasi dan turut berkontribusi terhadap perkembangan bisnis UKM yang menjadi penopang perekonomian Indonesia lebih awal,” kata Heinrich Vincent dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (26/9/2021).
Menurutnya, peningkatan minat investasi masyarakat khususnya mereka yang berada di usia produktif, dimana sekitar 80% mengakses melalui mobile, menjadi alasan utama Bizhare merilis aplikasi. “Pada tahun 2021 pertumbuhan investor Bizhare sebanyak 346% untuk investor aktif dan pertumbuhan untuk investor terdaftar mengalami peningkatan sebesar 166%,” jelas Vincent.
Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat juga semakin mudah memilih berbagai bisnis terbaik seperti Franchise Internasional asal Thailand, Black Canyon Coffee & Eatery, Sour Sally, Eksportir Perikanan BLA dari Papua, Qomunitas Petani Satu Surakarta, dan juga minimarket seperti Alfamart dan Alfamidi beserta kepemilikan properti nya dengan modal kecil.
Lihat Juga :