Tok! DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp850 Miliar
Selasa, 28 September 2021 - 10:30 WIB
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari mengapresiasi penambahan anggaran tersebut. Namun dirinya menyayangkan hingga saat ini masyarakat Indonesia masih mengalami kesulitan untuk mengakses dengan mudah program-program yang dicanangkan Kementerian ESDM. Menurutnya, hal ini seringkali terjadi akibat penolakan pemerintah daerah setempat.
"Kami ingin Kementerian ESDM untuk serius membangun skema pendistribusian program tahun 2022. Kami mohon jangan sampaikan harus mengemis surat usulan dari pemerintah daerah setempat. Pemda itu kan perpanjangan dari pemerintah pusat," tegasnya.
Senada, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menambahkan agar administrasi untuk pelaksanaan program-program Kementerian ESDM di tahun mendatang diberikan keringanan. Keringanan ini menjadi penting agar penyaluran program kementerian tidak terhambat sekaligus mendapat dukungan penuh dari pemangku kebijakan terutama pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif berjanji akan segera membangun koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah setempat guna memudahkan pelaksanaan program Kementerian ESDM pada tahun 2022 mendatang. Baginya, ini turut menjadi vital untuk pencapaian tujuan dari program ESDM.
Arifin menguraikan, berdasarkan asas pemanfaatan, tambahan anggaran hasil penyesuaian RKA-KL sebesar Rp850 miliar itu akan digunakan untuk pelayanan publik baik fisik dan non fisik sebesar 97,1%. Seperti, pembangunan jargas, revitalisasi EBT, bantuan pasang baru listrik, serta infrastruktur dan survei SDA.
"Kami ingin Kementerian ESDM untuk serius membangun skema pendistribusian program tahun 2022. Kami mohon jangan sampaikan harus mengemis surat usulan dari pemerintah daerah setempat. Pemda itu kan perpanjangan dari pemerintah pusat," tegasnya.
Senada, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menambahkan agar administrasi untuk pelaksanaan program-program Kementerian ESDM di tahun mendatang diberikan keringanan. Keringanan ini menjadi penting agar penyaluran program kementerian tidak terhambat sekaligus mendapat dukungan penuh dari pemangku kebijakan terutama pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif berjanji akan segera membangun koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah setempat guna memudahkan pelaksanaan program Kementerian ESDM pada tahun 2022 mendatang. Baginya, ini turut menjadi vital untuk pencapaian tujuan dari program ESDM.
Arifin menguraikan, berdasarkan asas pemanfaatan, tambahan anggaran hasil penyesuaian RKA-KL sebesar Rp850 miliar itu akan digunakan untuk pelayanan publik baik fisik dan non fisik sebesar 97,1%. Seperti, pembangunan jargas, revitalisasi EBT, bantuan pasang baru listrik, serta infrastruktur dan survei SDA.
Lihat Juga :