Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Reli 5 Hari Beruntun
Selasa, 28 September 2021 - 11:03 WIB
Goldman Sachs memprediksi harga minyak dunia dapat meningkat USD10 hingga akhir tahun menjadi USD90 per barel khusus jenis Brent, dengan analisa bahwa pasokan global menjadi diperketat akibat hadirnya varian baru Covid-19 serta dampak badai tropis di AS.
Baca juga: Serapan Dana Covid di Daerah Rendah, Kementerian/Lembaga Harus Awasi
Di samping itu, ada optimisme dari analis bahwa permintaan minyak juga bakal meningkat. "Permintaan minyak dapat meningkat dengan tambahan 0,5 juta barel per hari atau 0,5% dari pasokan minyak global, karena harga gas yang tinggi memaksa peralihan dari konsumsi gas ke minyak," kata Analis Komoditas Commonwealth Bank, Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
Vivek meyakini hal tersebut dapat memperketat harga minyak di pasaran. "Ini bakal memperketat harga minyak di pasar, terutama dengan adanya penambahan pasokan dari negara-negara OPEC+," bebernya seraya menambahkan bahwa harga energi masih dimungkinkan melanjutkan reli jelang memasuki musim dingin di sejumlah negara-negara besar.
Baca juga: Serapan Dana Covid di Daerah Rendah, Kementerian/Lembaga Harus Awasi
Di samping itu, ada optimisme dari analis bahwa permintaan minyak juga bakal meningkat. "Permintaan minyak dapat meningkat dengan tambahan 0,5 juta barel per hari atau 0,5% dari pasokan minyak global, karena harga gas yang tinggi memaksa peralihan dari konsumsi gas ke minyak," kata Analis Komoditas Commonwealth Bank, Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
Vivek meyakini hal tersebut dapat memperketat harga minyak di pasaran. "Ini bakal memperketat harga minyak di pasar, terutama dengan adanya penambahan pasokan dari negara-negara OPEC+," bebernya seraya menambahkan bahwa harga energi masih dimungkinkan melanjutkan reli jelang memasuki musim dingin di sejumlah negara-negara besar.
(ind)
Lihat Juga :