Menguak Tantangan Industri Pertambangan yang Makin Bertambah

Rabu, 29 September 2021 - 18:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif buka-bukaan terkait, tantangan yang akan dihadapi industri pertambangan dimana bakal semakin meningkat ke depan. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, tantangan yang akan dihadapi industri pertambangan bakal semakin meningkat ke depan.

Saat ini Kementerian ESDM melalui Ditjen Minerba sedang melakukan penataan kegiatan pertambangan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, di samping penyelesaian peraturan UU No. 3 Tahun 2020 lainnya, yang tentunya diharapkan dapat menjadikan pengusahaan pertambangan minerba dapat eksis dan kompetitif.



"Pemerintah selalu mengedepankan keberlanjutan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial masyarakat dengan manfaat ekonominya," ujarnya dalam acara Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik Tahun 2021, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Disebut Terlibat Bisnis Tambang di Papua, Ini Penjelasan Luhut

Arifin menuturkan, dari sisi keekonomian, biaya operasi penambangan cenderung meningkat. Selain itu, tekanan ketidakstabilan dan fluktuasi harga komoditas menuntut industri pertambangan untuk selalu meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas.

"Di antaranya tantangan kompleksitas operasi dan risiko keselamatan semakin meningkat, serta pengelolaan risk environmental, social, and governance," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!