Bank J Trust Pastikan Permodalan dan Likuiditas Masih Solid
Kamis, 30 September 2021 - 09:00 WIB
Hal ini terlihat dari pinjaman yang diberikan (bruto) meningkat menjadi Rp7,72 triliun per Juni 2021 dari Rp6,25 triliun per Desember 2019. Kemudian simpanan nasabah juga meningkat menjadi Rp13,70 triliun per Juni 2021 dari Rp12,81 triliun per Desember 2019 yang diikuti dengan komposisi CASA yang meningkat menjadi 20,75% per Juni 2021 dari 14,21% per Desember 2019.
Terkait dengan penurunan harga saham Perseroan (kode saham: BCIC), perdagangan saham perseroan dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai dengan pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Ritsuo Fukadai menegaskan penghentian perdagangan saham Perseroan oleh BEI tidak terkait dengan kondisi kelangsungan usaha Perseroan yang masih sangat baik.
Menurut dia, penurunan harga saham perseroan disebabkan oleh aktivitas transaksi pelaku pasar modal, akibat dari adanya sejumlah kecil saham yang diperdagangkan.
Pemegang Saham Pengendali yaitu J Trust Co., Ltd. beserta afiliasinya memiliki 92,36% saham dan saham yang dimiliki publik terbatas sebesar 7,64% sehingga likuiditas di pasar juga terbatas. "Hal ini menyebabkan pergerakan perdagangan saham sedikit saja akan mengakibatkan volatilitas harga saham yang besar," ungkapnya.
Baca juga: Kantongi Rp96 Triliun, Rights Issue BRI Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
Terkait dengan penurunan harga saham Perseroan (kode saham: BCIC), perdagangan saham perseroan dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai dengan pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Ritsuo Fukadai menegaskan penghentian perdagangan saham Perseroan oleh BEI tidak terkait dengan kondisi kelangsungan usaha Perseroan yang masih sangat baik.
Menurut dia, penurunan harga saham perseroan disebabkan oleh aktivitas transaksi pelaku pasar modal, akibat dari adanya sejumlah kecil saham yang diperdagangkan.
Pemegang Saham Pengendali yaitu J Trust Co., Ltd. beserta afiliasinya memiliki 92,36% saham dan saham yang dimiliki publik terbatas sebesar 7,64% sehingga likuiditas di pasar juga terbatas. "Hal ini menyebabkan pergerakan perdagangan saham sedikit saja akan mengakibatkan volatilitas harga saham yang besar," ungkapnya.
Baca juga: Kantongi Rp96 Triliun, Rights Issue BRI Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
Lihat Juga :