Petani Minta Industri Hasil Tembakau Dilindungi

Selasa, 02 Juni 2020 - 10:49 WIB
Foto: dok/SINDOphoto
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, para petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta perlindungan dari pemerintah. Pengurus APTI yakin Presiden Joko Widodo memiliki kepedulian dan perhatian yang tinggi terhadap kesejahteraan petani, termasuk petani tembakau.

Ketua APTI Provinsi Jawa Barat, Suryana, mengatakan industri hasil tembakau nasional merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Industri ini juga termasuk penyerap tenaga kerja masyarakat yang sangat besar. “Pemerintah harus betul-betul melindungi industri hasil tembakau nasional,” kata Suryana di Jakarta, kemarin.



Petani tembakau terkait dengan industri rokok yang menurut Suryana merupakan salah satu produk unggulan dan kebanggaan Indonesia. Dikarenakan tembakau ini dihasilkan petani, maka perlu adanya keseimbangan kuota impor tembakau dari luar negeri agar produk lokal tetap terpakai. (Baca: Sumber Besar Penerimaan Negara, Perlindungan IHT Nasional Harus Konsisten)

“Pemerintah jangan terlalu menekan kami dengan kebijakan menaikkan cukai yang terus menerus dan terlalu tinggi yang bisa menyebabkan menurunnya kesejahteraan semua yang terlibat di industri hasil tembakau,” jelas Suryana.

Menurut Suryana pemerintah tak perlu mengikuti tekanan organisasi internasional maupun faktor lain untuk menaikkan lagi cukai rokok. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Kenaikan cukai 23% dan kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% yang diputuskan tahun lalu telah memukul pembelian tembakau produk petani Jawa Barat.

Kondisi kian parah dengan munculnya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia. “Pembelian tembakau dari petani merosot mengikuti produksi dan penjualan rokok yang menurun,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!