Pesawat CN235-200 Terbang Pakai Avtur Minyak Sawit, Airlangga: Keberhasilan Anak Bangsa

Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:42 WIB
Kementerian ESDM bersama Komisi Teknis 27-04 Bioenergi telah menyusun SNI Bioavtur Murni/Biojet dan telah terbit pada tahun 2018 dengan nomor 8674:2018.PT Pertamina (Persero) dan ITB melakukan uji coba co-processing kerosene dengan minyak nabati untuk menghasilkan prototype produk bioavtur.

Serangkaian uji karakteristik material bahan bakar telah dilakukan meliputi titik nyala densitas, titik beku, kestabilan termal JFTOT, aromatik, titik kabut, LHV, viskositas dan specific gravity.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan bioavtur domestik, dibutuhkan serangkaian uji untuk memastikan kehandalan, keamanan dan keberhasilan bioavtur. Terdapat 2 (dua) uji utama yang perlu dilakukan setelah memastikan kelayakan bahan baku bioavtur (uji fisika dan kimia), yaitu uji statik dan uji terbang.

Uji statik dilaksanakan guna mengetahui informasi performansi mesin dan parameter terbang dari pesawat. Uji statik dilakukan di test cell milik PT GMF AeroAsia dengan menggunakan mesin CFM56-3 yang merupakan mesin yang biasa dipakai pada mesin pesawat Boeing B737 atau B737-400.

Baca Juga: Konversi Minyak Sawit Jadi Avtur, PTDI: Belum Dikomersialkan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!