Inflasi Mei Rendah 0,07%, Ekonom: Daya Beli Kurang

Selasa, 02 Juni 2020 - 16:09 WIB
"Faktor utama rendahnya permintaan bisa ditelusuri dari prilaku simpanan masyarakat. Kelas atas cenderung menyimpan uangnya di bank," katanya.

Bhima mengungkapkan, angka simpanan (tabungan) di atas Rp5 miliar per April 2020 yang tumbuh 5% secara year to date menunjukkan pertanda adanya prilaku menabung untuk mempersiapkan skenario ekonomi yang melambat.

Sementara kelas menengah ke bawah dengan simpanan Rp100 juta ke bawah mengalami penurunan sebesar 2% di periode yang sama. Kelas menengah bawah menarik simpanan karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan penurunan daya beli secara signifikan.

"Dari sisi pasokan para petani dan pedagang mengeluh untuk menjual bahan makanan di saat PSBB. Daripada tidak bisa masuk ke Jakarta dan disuruh memutar balik akhirnya banyak yang urun menjual barangnya. Terjadi overproduksi sehingga pangan deflasi. Tutupnya beberapa restoran, hotel dan supermarket juga mempengaruhi permintaan pangan," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!