Menteri Pertanian Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 11 Negara
Rabu, 22 April 2020 - 08:25 WIB
Syahrul menegaskan ekspor komoditas pertanian di saat pandemi Covid-19 harus bisa lebih berjaya dibandingkan sebelum Covid-19. Ekspor menunjukkan komoditas pertanian tidak mengenal pantangan apapun dan harus tetap tersedia. Sebab seluruh dunia tetap membutuhkan makan, di antaranya komoditas rempah seperti pala, cengkeh dan lainnya.
Lebih lanjut Syahrul meminta para produsen hulu dan eksportir untuk terus tingkatkan kerja sama agar dapat meningkatkan hasil produksi. Sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian sehingga terus diperluas cakupan ekspornya.
“Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi. Selain itu diplomasi untuk menembus ragam dan pasar baru serta penguatan sistem perkarantinaan yang didorong ke arah digitalisasi,” terangnya.
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan ekspor asal sub sektor perkebunan masih menjadi andalan. Di tengah kondisi ekonomi yang lamban, sektor ini diharapkan mampu mendongkrak devisa dari kinerja ekspor.
Melansir data Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, ekspor komoditas pertanian ke 384 negara tujuan untuk periode Januari hingga Maret nilainya Rp511,12 miliar. (Oktiani Endarwati)
Lebih lanjut Syahrul meminta para produsen hulu dan eksportir untuk terus tingkatkan kerja sama agar dapat meningkatkan hasil produksi. Sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian sehingga terus diperluas cakupan ekspornya.
“Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi. Selain itu diplomasi untuk menembus ragam dan pasar baru serta penguatan sistem perkarantinaan yang didorong ke arah digitalisasi,” terangnya.
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan ekspor asal sub sektor perkebunan masih menjadi andalan. Di tengah kondisi ekonomi yang lamban, sektor ini diharapkan mampu mendongkrak devisa dari kinerja ekspor.
Melansir data Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, ekspor komoditas pertanian ke 384 negara tujuan untuk periode Januari hingga Maret nilainya Rp511,12 miliar. (Oktiani Endarwati)
(ysw)
Lihat Juga :