Krisis Energi Makin Ngeri, dari China ke Eropa Kini Mengancam Jepang

Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Meskipun Negeri Sakura tersebut hanya mengimpor energi dalam jumlah relatif sedikit, namun harga energi yang tinggi mendorong lonjakan inflasi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Dikutip Reuters Rabu (13/10) kenaikan harga minyak mendorong kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik hingga 32,4% pada September.

Baca Juga: Elon Musk dan Jeff Bezos, Miliarder Paling Pelit Sedunia

Kenaikan tarif listrik mengingatkan kembali krisis akibat ledakan Fukushima akibat diterjang Tsunami beberapa waktu silam. Belum lagi dalam waktu musim dingin akan mendorong biaya pasokan LNG dan batu bara. Hal itu membuat industri di Jepang mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya krisis.

"Kami melihat pembangkit berbasis geothermal ditawarkan ke pasar dengan harga sangat tinggi untuk menghemat bahan bakar musim dingin," kata seorang pelaku pasar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!