Restrukturisasi Kredit Terus Melandai, Nilainya Rp720 Triliun
Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:15 WIB
Selain itu, di tengah fluktuasi ekonomi global, Wimboh menyampaikan bahwa pihaknya juga terus mengamati kondisi domestik, khususnya terkait pemulihan mobilitas dan juga konsumsi masyarakat. Pasalnya, PDB Indonesia sebanyak 55,07% berasal dari konsumsi rumah tangga sehingga strategi percepatan perekonomian ke depan harus difokuskan pada beberapa hal.
"Pertama keberhasilan penanganan pandemi melalui akselerasi vaksinasi nasional dan kesiapan fasilitas kesehatan sebagai langkah yang preventif dan antisipatif. Dan ini akan terus dilakukan," kata dia.
Baca juga: Sentil Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina, Prof Beri: Jangan Merasa Punya Privilege
Kedua, arah kebijakan fiskal dan moneter di negara maju dan normalisasi menjadi perhatian sehingga harus bisa dimitigasi dampak potensi negatifnya. Tujuannya, supaya bisa tetap resilience meski ada normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju.
"Ketiga, upaya mendorong permintaan domestik," tandas Wimboh.
"Pertama keberhasilan penanganan pandemi melalui akselerasi vaksinasi nasional dan kesiapan fasilitas kesehatan sebagai langkah yang preventif dan antisipatif. Dan ini akan terus dilakukan," kata dia.
Baca juga: Sentil Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina, Prof Beri: Jangan Merasa Punya Privilege
Kedua, arah kebijakan fiskal dan moneter di negara maju dan normalisasi menjadi perhatian sehingga harus bisa dimitigasi dampak potensi negatifnya. Tujuannya, supaya bisa tetap resilience meski ada normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju.
"Ketiga, upaya mendorong permintaan domestik," tandas Wimboh.
(uka)
Lihat Juga :