Gaikindo Beberkan Tantangan dalam Pengembangan Mobil Listrik

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:59 WIB
Baca Juga: Putri Mahkota Amalia Boleh Nikahi Wanita dan Bisa Menjadi Ratu Belanda

Karena itu, kata dia, industri komponen lebih memilih transisi dari ICE ke mobil hibrida (HEV) dan PHEV sebelum masuk BEV. Masa transisi ini menurutnya dapat dimanfaatkan industri komponen untuk membangun kompetensi.

Terlepas dari itu, Shodiq mengakui bahwa Indonesia membutuhkan mobil listrik, seiring terus menurunnya pasokan bahan bakar fosil. BEV juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi kendaraan listrik. Mobil listrik juga menurunkn emisi gas buang, sejalan dengan target pemerintah menekan emisi karbon.

Terkait isu ini, kata dia, Gaikindo menilai diperlukan transisi alami dari ICE ke BEV, seperti halnya pergeseran dari transmisi manual ke otomatis. Ini untuk menghindari dampak negatif perubahan struktur industri otomotif.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!