Sambangi Kantor Perusahaan Eks VOC Belanda, Bahlil Tagih Rencana Investasi Pala di Papua Barat
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 23:27 WIB
Bahlil menjelaskan, saat ini telah tersedia lahan seluas 40.000 hektar di Fakfak yang dapat digunakan untuk membangun perkebunan pala dan industri pengolahannya. Rencana pengembangan industri pala ini juga telah didukung oleh hasil studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap fasilitasi dan urus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektar terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya,” ujar Bahlil dalam keterangan pers, Jumat (15/10/2021).
Lebih lanjut, dia menilai, pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan keterlibatannya untuk membuat proyek itu terlaksana. Menurut dia, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.
Senada, Michel Driessen mencatat, model bisnis yang biasa dijalankan pihaknya yaitu bekerja sama dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk, pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.
Baca juga: Perusahaan Belanda Minat Kembangkan Industri Pala Senilai Rp4,2 T di Papua
“Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap fasilitasi dan urus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektar terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya,” ujar Bahlil dalam keterangan pers, Jumat (15/10/2021).
Lebih lanjut, dia menilai, pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan keterlibatannya untuk membuat proyek itu terlaksana. Menurut dia, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.
Senada, Michel Driessen mencatat, model bisnis yang biasa dijalankan pihaknya yaitu bekerja sama dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk, pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.
Baca juga: Perusahaan Belanda Minat Kembangkan Industri Pala Senilai Rp4,2 T di Papua
Lihat Juga :